Tokoh Pemuda Kaltara Serukan ini

Kalimantan Utara101 Dilihat

Kalimantan Utara, medianasional. id- Untuk diketahui bahwa Pemuda-pemudi Indonesia memiliki peran krusial dalam pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia. Memasuki usia Indonesia merdeka ke 80 (delapan puluh) tahun, negara mengajak Pemuda-pemudi Indonesia untuk berkontribusi, dan mampu mengembangkan potensi SDA secara berkelanjutan, tidak hanya untuk kepentingan saat ini, tetapi juga untuk masa depan.

Pemuda-pemudi harus memiliki kemampuan mengelola, melestarikan, dan memanfaatkan Sumber Daya Alam dengan bijak, serta mendorong inovasi dan teknologi yang ramah lingkungan.

Hal itu disampaikan salah satu tokoh pemuda di Kalimantan Utara (Kaltara), Misyadi yang akrab disapa (Bob) yang diketahui berhimpun di paguyuban Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) Kaltara.

Sumber Daya Alam Indonesia tak boleh dijajah ini merupakan seruan untuk menjaga kedaulatan dan kemandirian bangsa dalam mengelola kekayaan alam Indonesia.

“Ini mencerminkan keinginan kita untuk mencegah eksploitasi berlebihan dan memastikan manfaat SDA dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya pihak asing atau segelintir penguasa,” kata Bob.

“Ungkapan ini menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara berdaulat memiliki hak penuh untuk mengelola dan memanfaatkan sumber daya alamnya sendiri, sesuai dengan kepentingan nasional,” sambungnya.

Menurutnya, seruan ini juga bertujuan untuk mencegah praktik eksploitasi SDA yang berlebihan, terutama oleh pihak asing, yang dapat merugikan lingkungan dan masyarakat Indonesia.

Pengelolaan SDA yang adil, dan berkelanjutan diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya segelintir orang atau perusahaan.

Lanjut Bob, sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila ke-5, pengelolaan Sumber Daya Alam harus mengedepankan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

“Banyak pihak khawatir bahwa penguasaan SDA oleh pihak asing dapat menjadi bentuk penjajahan ekonomi baru, di mana Indonesia hanya menjadi sumber bahan mentah tanpa mendapatkan keuntungan yang sepadan,” terang Bob kepada media ini.

Ia menambahkan, untuk menghindari hal-hal negatif tersebut, diperlukan tata kelola sumber daya alam yang baik, transparan, dan melibatkan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.

“Seruan SDA Indonesia tak boleh dijajah adalah panggilan untuk menjaga kedaulatan, kemandirian, dan kesejahteraan rakyat Indonesia dalam mengelola kekayaan alamnya,”pungkas Bob.

Pewarta : Zainal La Adala

Editor : Zainal La Adala

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses