BANGLI, medianasional.id – Tim pengabdi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMKN 1 Tembuku, Kabupaten Bangli. Program ini mengintegrasikan pengelolaan kesehatan lingkungan berbasis pengolahan sampah, edukasi penggunaan obat secara rasional, serta literasi finansial bagi warga sekolah.
Kegiatan bertajuk “PKM Peningkatan Kapasitas Sekolah dalam Kesehatan Lingkungan Berbasis Pengelolaan Sampah, Edukasi Penggunaan Obat, dan Literasi Finansial di SMKN 1 Tembuku” dikoordinasikan oleh Dr. Anak Agung Gede Indraningrat, S.Si., M.Sc., bersama apt. Made Dharmesti Wijaya, S.Farm., M.Sc. dan Ida Ayu Agung Idawati, S.E., MBA dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa. Kegiatan memperoleh dukungan pendanaan melalui hibah PKM Dosen FKIK Universitas Warmadewa Tahun 2026.
SMKN 1 Tembuku merupakan sekolah menengah kejuruan negeri yang berlokasi di Jalan Raya Besakih, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli. Sekolah memiliki lebih dari 900 siswa dengan dukungan sekitar 55 orang guru serta lingkungan sekolah seluas kurang lebih 15.420 m², sehingga aktivitas sekolah yang cukup tinggi juga menimbulkan kebutuhan pengelolaan lingkungan yang lebih terstruktur.
Rangkaian program diawali dengan penjajakan pada 2 Mei 2026 untuk mengidentifikasi kebutuhan prioritas sekolah dan menyesuaikan bentuk intervensi dengan kondisi mitra. Hasil diskusi menunjukkan bahwa pengelolaan sampah, khususnya sampah organik, masih perlu diperkuat, di samping kebutuhan peningkatan pemahaman mengenai penggunaan obat yang benar serta pengelolaan keuangan bagi siswa.
Kegiatan utama dilaksanakan pada 8 Mei 2026 dengan melibatkan guru dan perwakilan siswa SMKN 1 Tembuku. Program dirancang melalui kombinasi edukasi, diskusi, dan praktik langsung agar peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat diterapkan secara nyata di lingkungan sekolah.
Pada bidang kesehatan lingkungan, peserta mendapatkan pelatihan mengenai pemilahan, pencacahan, dan pengolahansampah organik menjadi kompos. Tim pengabdi FKIK Universitas Warmadewa juga memberikan dukungan fasilitas berupa mesin pencacah sampah organik, tempat sampah terpilah, composting bag, serta starter EM4, sehingga sekolah memiliki perangkat yang dapat digunakan untuk melanjutkan pengolahan sampah secara mandiri.
Keberadaan mesin pencacah menjadi salah satu dukungan teknologi penting dalam program karena membantu memperkecil ukuran bahan organik sebelum melalui proses pengomposan. Penyediaan mesin tersebut memang telah direncanakan sebagai bagian dari sarana penerapan teknologi pengolahan sampah di sekolah.
Pendampingan setelah pelatihan menunjukkan perkembanganyang menggembirakan. Mitra telah mampu mengoperasikan fasilitas yang diberikan dan mengolah sampah organik menjadi kompos secara mandiri, bahkan kompos yang dihasilkan mulai dikomersialkan secara sederhana dan diperjual belikan di antara guru-guru di lingkungan sekolah.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa manfaat program tidak berhenti pada peningkatan kebersihan lingkungan. Sampah organik yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal mulai diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi, sehingga kegiatan komposting secara bertahap berkembang menjadi praktik produktif yang dapat diteruskan oleh sekolah.
Selain pengelolaan lingkungan, program juga memberikan edukasi mengenai penggunaan obat secara rasional melalui pendekatan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GEMA CERMAT). Siswa diperkenalkan pada prinsip penggunaan obat yang benar, meliputi pemilihan obat bebas, indikasi dan dosis, cara penggunaan, penyimpanan, hingga pembuangan obat secara aman.
Tim pengabdi juga memberikan dukungan berupa kotak P3K sebagai fasilitas kesehatan sederhana di sekolah. Edukasi penggunaan obat dan penyediaan fasilitas tersebut diharapkan membantu meningkatkan kesiapan warga sekolah dalam menghadapi kondisi kesehatan ringan sekaligus membentuk sikap yang lebih cermat dalam menggunakan obat.
Aspek lain yang diberikan kepada siswa adalah literasi finansial. Materi mencakup pencatatan keuangan sederhana, pengelolaan pengeluaran, perencanaan keuangan, serta pengenalan instrumen investasi seperti tabungan, emas, dan reksa dana.
Literasi finansial dinilai relevan bagi siswa SMK yang akan semakin dekat dengan dunia kerja maupun kewirausahaan. Melalui materi tersebut, siswa diharapkan mulai membangun kebiasaan mengelola uang secara lebih terencana sertamemahami pentingnya mempertimbangkan tujuan, kemampuan, dan risiko sebelum mengambil keputusan finansial.
Setelah kegiatan utama, tim pengabdi FKIK Universitas Warmadewa tetap melakukan pendampingan serta monitoring dan evaluasi hingga 29 Agustus 2026. Tahap ini dilakukan untuk memastikan pengetahuan dan keterampilan yang telah diberikan benar-benar diterapkan, sekaligus melihat pemanfaatan fasilitas pengelolaan lingkungan yang telah diserahkan kepada sekolah.
Hasil monitoring menunjukkan bahwa pengelolaan sampah organik menjadi salah satu capaian yang paling nyata. Sekolah telah mampu menjalankan proses komposting secara mandiri dengan memanfaatkan mesin pencacah dan sarana pendukung lainnya, sementara hasil kompos mulai dimanfaatkan dan diperjualbelikan secara sederhana di antara guru-guru sekolah.
Kepala SMKN 1 Tembuku, I Wayan Suraya, S.Pd., M.Pd., mendukung pelaksanaan program dan pemanfaatan fasilitas yang diberikan oleh tim pengabdi. Pihak sekolah berharap kegiatan yang telah dibangun melalui PKM dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat berkelanjutan bagi guru, siswa, dan lingkungan sekolah. Nama I Wayan Suraya, S.Pd., M.Pd. tercantum sebagai penanggung jawab mitra dalam dokumen kerja sama program.
Bagi tim pengabdi FKIK Universitas Warmadewa, keberhasilan sekolah memproduksi kompos secara mandiri menjadi contoh bahwa kegiatan pengabdian dapat berkembang dari proses edukasi menjadi penerapan teknologi yang memberikan manfaat langsung. Integrasi antara pengelolaan lingkungan, penggunaan obat secara rasional, dan literasi finansial diharapkan semakin memperkuat kapasitas warga SMKN 1 Tembuku untuk membangun lingkungan sekolah yang sehat, mandiri, dan produktif.



