
Magelang medianasional.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 15 Universitas Tidar membangun rocket stove atau alat pembakaran sampah minim asap di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) RT 02, Dusun Sempu, Desa Ngadirojo. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih efektif, tertata, dan ramah lingkungan.
Rocket stove merupakan teknologi tepat guna yang dirancang dengan sistem sirkulasi udara yang efisien sehingga proses pembakaran berlangsung lebih sempurna. Dibandingkan pembakaran sampah secara terbuka, alat ini mampu menghasilkan panas yang lebih optimal dengan emisi asap yang jauh lebih sedikit. Kehadirannya diharapkan menjadi solusi sederhana untuk mengurangi pencemaran udara sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat.
Pembangunan rocket stove dilaksanakan pada 27 Juli 2026 menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh, seperti bata ringan (hebel), perekat bata ringan, dan semen. Alat berukuran 120 x 60 sentimeter tersebut ditempatkan di area TPS RT 02 agar mudah dimanfaatkan warga dalam mengelola sampah yang dapat dibakar.
Secara konstruksi, rocket stove dilengkapi dengan lubang pemasukan udara untuk menjaga suplai oksigen, ruang pembakaran, cerobong di bagian atas sebagai jalur keluarnya udara hasil pembakaran, serta lubang pembuangan abu yang memudahkan proses pembersihan. Desain tersebut memungkinkan sirkulasi udara berjalan optimal sehingga pembakaran lebih efisien dengan asap yang jauh lebih minim.
Setelah proses pembangunan selesai, rocket stove diresmikan pada Minggu, 2 Agustus 2026.
Peresmian dihadiri masyarakat setempat dan dilanjutkan dengan simulasi penggunaan alat. Hasil simulasi menunjukkan proses pembakaran berlangsung dengan baik serta menghasilkan asap yang jauh lebih sedikit dibandingkan metode pembakaran terbuka.
Program ini berada di bawah tanggung jawab Muhamad Alfi Nur Fauzi dengan Salsabila Nur Kinansih dan Raditya Aji Seno sebagai pelaksana kegiatan. Melalui inovasi teknologi tepat guna ini, mahasiswa KKN Universitas Tidar berharap masyarakat semakin peduli terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang baik serta mulai menerapkan metode pembakaran yang lebih ramah lingkungan secara berkelanjutan.
Perwakilan RT 02, Djuremi, mengapresiasi program tersebut karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pembakaran minim asap ini sangat membantu agar sampah dapat dikelola dengan baik dan tidak berserakan. Semoga alat pembakaran ini dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga lingkungan menjadi lebih bersih dan tidak menimbulkan polusi lagi,” ujarnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Kelompok 15 Universitas Tidar berharap keberadaan rocket stove dapat menjadi solusi sederhana namun berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat Dusun Sempu.( Suci W )





