Ambon, medianasional.id – Upaya menurunkan angka stunting di Kota Ambon belum sesuai dengan target yang ditetapkan. Meskipun berusaha maksimal, capaian penurunan stunting hingga tahun 2022 hanya mencapai 21,8 persen, meleset dari target sebesar 18,6 persen.
Penjabat Wali Kota Ambon Drs.Bodewin M.Wattimena.M.Si.,mengatakan bahwa, hal ini menandakan ada hambatan yang perlu diatasi, dan kerjasama yang baik dari seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghadapi permasalahan ini.Hal ini diungkapkannya pada kegiatan Rembul Stunting untuk memperkuat komitmen percepatan penurunan angka stunting yang bertempat di hotel marina, pada Kamis (20/7/23).
Stunting menjadi salah satu isu kesehatan yang memerlukan perhatian serius. Peningkatan fasilitas kesehatan (faskes) dan tenaga kesehatan (nakes) di Kota Ambon menjadi langkah penting dalam mengatasi masalah ini. Namun, penjabat mengakui bahwa jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain, capaian penurunan stunting di Kota Ambon masih kurang optimal. Oleh karena itu, kerjasama dan kolaborasi dari berbagai pihak menjadi suatu keharusan agar angka stunting dapat diturunkan secara signifikan.
Dalam menyongsong tahun 2023, penjabat berharap bahwa upaya menurunkan angka stunting dapat terus ditingkatkan dengan dukungan dari semua pihak terkait. Stunting bukanlah masalah yang dapat diatasi oleh satu pihak saja, tetapi memerlukan peran serta dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, lembaga kesehatan, masyarakat, dan berbagai pihak terkait lainnya. Dengan kerjasama yang baik dan kolaborasi yang sinergis, diharapkan angka stunting di Kota Ambon dapat dikurangi secara efektif dan generasi muda dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat dan optimal.






