Ternate – Dalam melaksanakan aksi unjuk rasa dengan melakukan pemboikotan hingga memasangkan sejumlah spanduk di depan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Chasan Boesoirie Ternate oleh para Nakes di tegur Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Mirisnya, salah satu spanduk warna orange dengan bertuliskan Gubernur Maluku Utara pembohong itu diminta cabut oleh Kepala satpol PP Provinsi Maluku Utara bersama rekan-nya sekitar pukul 09.00 Wit.
Sementara dari amatan media ini dilokasi, spanduk orange sudah tidak ada hanya tersisa spanduk putih dengan bertuliskan, Desak KPK RI segera tangkap dan adili gubernur Maluku Utara, Desak Pemda Maluku Utara segera bayar TPP Nakes RSUD Chasan Boesoirie Ternate, Desak kementrian dalam negeri segera copot jabatan sekda Malut.
Dari informasi di himpun awak media ini, Kasat Pol PP Provinsi Maluku Utara diduga di marahin oleh Gubernur Maluku Utara akibat dari pemasangan spanduk tersebut sehingga diminta untuk copot.
Kordinator aksi, Zainal Ilyas saat ditemui media ini mengatakan bahwa pencabutan spanduk orange ini di minta oleh kasat pol PP bersama rekan.
” Setelah di pasang malam, paginya di minta oleh Kasat Pol PP untuk di copot karena diduga di marah oleh Gubernur,” Tandasnya.
Meski demikian, belum ada kejelasan dan sebab yang pasti sehingga spanduk tersebut diminta untuk di cabut.
Hingga berita ini di publish awak media ini Masi kesulitan menghubungi Kasat POL PP Provinsi Maluku Utara.
