
Pekalongan, medianasional.id
Politisi dari PDI Perjuangan yang berangkat dari daerah pemilihan Jateng-X yang meliputi Kabupaten Batang, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Pemalang dengan nomor satu itu yakni Prof Dr Hendrawan Supratikno kembali sambangi konstituenya ini adalah agenda yang kedua kalinya ditengah Pandemi Covid 19, sebelumnya di wilayah Kabupaten Pemalang dan kali ini kegiatan berlangsung di Hotel Marlin Kabupaten Pekalongan.
Hadir dalam kegiatan sosialisasi empat pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tersebut, Prof. Dr Hendrawan Supratikno, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pekalongan H. Riswadi, SH, Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Dr Heriyono Tardjono Staf Ahli DPR RI, seluruh KSB (Ketua Sekretaris Bendahara) tingkat PAC se Kabupaten Pekalongan dan tokoh masyarakat di wilayah Kabupaten Pekalongan Sabtu, (4/8/2020).
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pekalongan yang juga sebagai Calon Wakil Bupati Pekalongan yang berpasangan dengan Calon Bupati Fadia Arafiq menuturkan, Kepada para KSB (Ketua Sekretaris Bendahara) PAC (Pimpinan Anak Cabang) se Kabupaten Pekalongan untuk mensolidkan perjuangan dalam menghadapi Pilkada dengan meraih kemenangan.
Rekomendasi turun adalah perintah yang diberikan oleh Ketua Umum PDIP Hj Megawati Soekarnoputri kepada kadernya untuk ditindak lanjuti, diperjuangkan, untuk dimenangkan dan untuk dipertahankan.
“Tidak ada istilah untuk meperdebatkan rekomendasi, yang ada adalah bagaimana melangkah di sisa waktu yang tinggal 125 hari di tengah Pandemi Covid 19 yang semua serba dibatasi, ” Ungkap Calon Wakil Bupati H. Riswadi, SH yang berpasangan dengan Calon Bupati Fadia Arafiq, disambut tepuk tangan meriah (KSB) semua peserta sebagia bentuk dukungan.
Ia juga memberikan yel – yel kepada para hadirin yang hadir untuk pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Kabupaten Pekalongan yakni Pasangan Calon Bupati Fadiah Arafiq bersama Calon Wakil Bupati H. Riswadi, SH dengan slogan “DADI”.
Prof. Dr. Hendrawan Supratikno dalam kesempatan tersebut mengingatkan tentang pemahaman Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika untuk di amalkan dalam kehidupan sehari-hari kita semua.
Ia juga menuturkan, Ditengah Pandemi Covid 19 yang sedang dialami bangsa Indonesia ini kita harus disiplin mengikuti anjuran pemerintah sesuai dengan protokol kesehatan, Kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan kali ini juga beda dengan kegiatan sebelumnya. Duduk saja tidak boleh berdekatan, dibatasi dengan viber agar kita semua terjaga dari penyebaran virus Corona.
“Adaptasi kebiasaan baru memang harus kita lakukan, demi tetap menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan kita semua agar tidak terjangkit virus Corona, ” Jelas Prof Dr Hendrawan Supratikno.
Adaptasi kebiasaan baru di tengah Pandemi Covid 19 benar-benar harus dilakukan agar bisa memutus rantai penyebaran virus Covid 19. Ia juga menambahkan, cuci tangan dengan sabun, sebelum tangan tersebut memegang anggota tubuh lainnya. #Puji_L






