Siti Atikoh Blusukan di Pasar Tradisional Ngemplak dan Kunjungi Ponpes Al Badru Alaina Kyai Amu

Tulungagung1303 Dilihat

Tulungagung, Medianasional.id – Memasuki hari ke 23 kampanye, Istri Calon Presiden Nomor urut 3 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh melakukan kampanye blusukan di Pasar Ngemplak dan mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Al Badru Alaina (kyai Amu) Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, untuk memenangkan Capres – Cawapres Ganjar – Mahfud, Selasa (19/12/2023) pagi.

Calon ibu negara Siti Atikoh, terjun langsung blusukan di pasar Ngemplak, didampingi oleh Tim Kemenangan Daerah (TPD) Jawa Timur, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung Susilowati, Ketua Tim Pemenangan Kabupaten (TPK) Tulungagung Sodik Purnomo dan Partai koalisi dari paslon Capres-Cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD dan juga di hadiri oleh para caleg serta relawan, simpatisan dan masyarakat Tulungagung.

Dalam blusukan tersebut, teriakan-teriakan “Ganjar Presiden! Ganjar Presiden!” dan “Ibu Atikoh Calon Ibu Negara Republik Indonesia” bergema di Pasar Ngemplak.

Siti Atikoh menjelaskan bahwa kedatangannya ke Tulungagung bertujuan untuk mendukung kampanye pemenangan pasangan Capres nomor urut 3 Ganjar-Mahfud. Dia melakukan peninjauan harga kebutuhan pokok di pasar tersebut.

Atikoh mengungkapkan bahwa harga bawang putih di Pasar Ngemplak sebesar Rp 35.000 per kilogram, sedangkan di tempat lain seharga Rp 32.000 per kilogram.

“Namun, harga bawang merah dan cabe merah rawit di pasar ini lebih terjangkau, yakni Rp 70.000 per kilogram, sementara di tempat lain berkisar antara Rp 90.000 hingga Rp 100.000,” kata Atikoh.

Atikoh juga menyoroti dampak tingginya harga kebutuhan pokok terhadap pengeluaran masyarakat. Dia menyebut bahwa kenaikan harga kebutuhan pokok dapat mempengaruhi pengeluaran pada sektor lain, seperti mengganti lauk pauk dari telur menjadi tempe atau tahu.

“Diharapkan kedepannya harga-harga ini bisa stabil,” ujarnya.

Selain itu Atikoh sapaan akrabnya, juga berkunjung dan sowan ke Pondok pesantren Al Badru Alaina atau lebih dikenal Ponpes (Kyai/Mbah Amu) yang berada di Desa Ngantru Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung untuk meminta doa dukungan dalam acara berdialog kebangsaan dengan para santri dan santriwati serta karyawan pabrik rokok dan masyarakat Tulungagung.

Acara kebangsaan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan shalawatan Nabi bersama dan pembacaan doa sapu jagat oleh kyai Amu pengasuh Ponpes Al Badru Alaina.

Ribuan Jemaah yang hadir sangat kompak dan antusias melantunkan shalawat nabi bersama – sama.

Siti Atikoh saat diwawancarai oleh awak media, usai kegiatan tersebut menyatakan bahwa seorang ibu merupakan madrasatul ula, yang artinya ibu merupakan sekolah utama dan pertama bagi seorang anak.

Menurutnya, seorang ibu menjadi orang pertama yang menemani hidup seorang anak, memberikan pengajaran, dan membangun pondasi diri anak.

“Ibu menjadi guru pertama bagi anak, karena jasanya sangatlah besar,” ucap Siti Atikoh kepada awak media.

Siti Atikoh menambahkan bahwa peran seorang perempuan sangatlah multi-dimensional. Baginya, perempuan adalah individu untuk dirinya sendiri yang terus mengaktualisasikan diri melalui pencarian ilmu.

Selain itu, peran seorang perempuan (istri) adalah sebagai pendamping suami. Oleh karena itu, di balik kesuksesan seorang suami, ada seorang istri yang hebat.

“Tentu, bukan hanya peran perempuan, laki-laki juga harus mendukung istrinya untuk mandiri dan bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga tercipta saling mendukung atau simbiosis mutualisme,” tambahnya.

Lebih lanjut, Atikoh menjelaskan bahwa seorang perempuan harus memahami peran-peran yang dapat dilakukannya dan kontribusinya.

“Masing-masing tergantung dari kepentingan seperti apa dan peran yang diambil. Seperti dengan berjalan waktu akan tahu, sebenarnya saya porsinya dimana, mendukung tanpa harus intervensi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses