Sekertaris DISPAR Ikut FGD yang di Gelar BI dan Unhas, Bedah Masa Depan Pariwisata Morotai

FGD yang berlangsung selama dua hari, 15–16 September 2026, di Hotel Molokai, Juanga, Pulau Morotai, mengusung tema “Daya Saing dan Tata Kelola Pariwisata Morotai: Peluang, Tantangan, dan Kolaborasi Antar Pemangku Kepentingan.”

Maluku Utara681 Dilihat

MOROTAI | medianasional.id — Penguatan daya saing dan tata kelola pariwisata menjadi perhatian dalam Focus Group Discussion (FGD) Pendalaman dan Penguatan Sektor Pariwisata Kabupaten Pulau Morotai Provinsi Maluku Utara, yang digelar Bank Indonesia bersama tim peneliti Universitas Hasanuddin (Unhas).Pada Selasa (15/09/2026)

FGD yang berlangsung selama dua hari, 15–16 September 2026, di Hotel Molokai, Juanga, Pulau Morotai, mengusung tema “Daya Saing dan Tata Kelola Pariwisata Morotai: Peluang, Tantangan, dan Kolaborasi Antar Pemangku Kepentingan.”

Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Pulau Morotai, Muksin Suleman, S.S., mengatakan forum tersebut menjadi momentum penting untuk mengidentifikasi persoalan sekaligus menggali potensi pengembangan pariwisata Morotai berdasarkan kondisi dan data aktual di lapangan.

Hari pertama FGD membahas daya saing dan positioning pariwisata Morotai, tata kelola destinasi, keberlanjutan, infrastruktur, hingga penguatan ekosistem pariwisata. Forum melibatkan sejumlah OPD, BAPPEDA, pelaku usaha, pengelola destinasi, asosiasi hotel dan restoran, travel agent, komunitas wisata, serta akademisi.

Sementara pada hari kedua pada Rabu 16 September 2026, pembahasan diarahkan pada pengalaman wisatawan dan kualitas produk serta layanan pariwisata. Peran masyarakat, Pokdarwis, UMKM, pemandu wisata, tour operator, dive guide, komunitas pemuda dan content creator turut menjadi bagian pembahasan.

Dinas Pariwisata mengapresiasi keterlibatan Bank Indonesia dan Unhas yang telah membuka ruang dialog lintas sektor tersebut.

Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan dunia usaha, masyarakat, komunitas, dan akademisi secara berkelanjutan.

“FGD ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang konkret dan implementatif untuk memperkuat pariwisata Morotai,” demikian disampaikan dalam forum tersebut.

Sejumlah rekomendasi yang diharapkan mencakup penguatan tata kelola destinasi, infrastruktur pendukung, pemberdayaan masyarakat dan UMKM lokal, promosi, serta peningkatan kualitas pengalaman wisatawan.

Hasil FGD selanjutnya diharapkan menjadi salah satu bahan dalam perumusan kebijakan ekonomi dan pengembangan sektor pariwisata Kabupaten Pulau Morotai agar semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses