Ratusan Guru PAI di Subang Ikuti Workshop Penyusunan Perangkat Ajar Kurikulum

Subang341 Dilihat

Subang, Medianasional.id  – Sebanyak 927 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kabupaten Subang mengikuti Workshop penyusunan perangkat ajar kurikulum merdeka Pendidikan Agama Islam dan budi pekerti jenjang Sekolah Dasar (SD) Tahun 2023.

Workshop tersebut dilaksanakan selama 8 hari di mulai dari tanggal 12 , hingga 21 Juni 2023 berlangsung di Aula PGRI Kabupaten Subang.

Acara tersebut diisi narasumber dari Kemdikbudristek RI, Acmad Hasim, M. AC.

Selain itu, dihadiri juga narasumber dari kalangan guru PAI. Mereka berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka terkait moderasi beragam dalam konteks kurikulum merdeka, serta memberikan materi tentang capaian pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan modul ajar dan asesmen.

Menurut Ketua PAI Kabupaten Subang, Roni Hermansah, S.Sos.,S.Pd.I mengatakan, dengan dilaksanakannya Workshop ini agar menambah pengetahuan bagi guru PAI SD.

Sebab selama ini di Kabupaten Subang sendiri belum pernah mengadakan Workshop untuk guru PAI SD.

“Jadi hanya baru sekarang kita adakan dan kegiatan ini pun dibantu oleh dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Subang,”ucapnya.

Dijelaskan dia, bahwa kurikulum merdeka belajar adalah model kurikulum yang saat ini sedang disosialisasikan dan dianimasikan oleh pemerintah ke seluruh satuan pendidikan yang ada di Indonesia.

Untuk itu, kegiatan Workshop ini sangat penting bagi guru PAI SD, diharapkan ada pemahaman, pencerahan bagi para guru PAI dalam melaksanakan program sekolah.

“Insa Allah kita akan mengadakan setiap tahun agar guru PAI di Kabupaten Subang bisa lebih paham dari semua materi-materi yang diberikan oleh pemateri, kalo cuma sekali itu tidak mungkin paham,”ujarnya.

Sementara Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang Dinna Juliana, SE menjelaskan tentang, pembelajaran kurikulum merdeka belajar adalah kurikulum yang terdiri atas pembelajaran Intrakurikuler yang beragam.

Dimana nantinya pembelajaran akan lebih maksimal sehingga para peserta didik memiliki waktu yang banyak untuk memahami konsep dan meningkatkan kompetensinya.

Kurikulum merdeka sendiri merupakan salah satu kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dalam bidang pendidikan.

“Dalam kurikulum ini setiap guru dapat memilih perangkat ajar untuk menyesuaikan minat dan kebutuhan dari masing-masing peserta didik. Kurikulum ini nantinya akan digunakan untuk seluruh tingkat pendidikan,”jelasnya.

Sistem pembelajaran sendri berbasis project untuk meningkatkan softskill dan karakter siswa sesuai profil pelajar pancasila.

Fokus terhadap materi esensial sehingga peserta didik memiliki waktu banyak untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar, contohnya literasi dan numerasi.

Guru lebih fleksibel dalam melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai kemampuan peserta didik.

“Kami dari dinas pendidikan kabupaten Subang mengucapakan terimakasih kepada guru pendidikan agama islam (PAI) SD kabupaten subang atas terselenggaranya workshop ini. Karena dari Dinas Pendidikan tidak ada terkait workshop untuk guru PAI, karena keterbatasan anggaran. Mudah-mudahan kegiatan ini tidak sampai disini aja tapi akan terus dilakukan setiap tahunnya,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses