Ambon, medianasional.id – Persiapan penyelenggaran pagelaran seni dan budaya termasuk pemecahan rekor muri sajian makanan olahan terbanyak dari sagu dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Maluku yang ke -77 tahun. Hal ini terbukti dari rapat persiapan yang dilaksanakan hari ini, Selasa (16/08) di lantai 2 Kantor Gubernur Maluku.
Kegiatan ini dibuka oleh Asisten II Setda Maluku dr. M. Pontoh, M.Kes, yang menjelaskan bahwa pertemuan ini khusus untuk bidang akomodasi, karena di kesempatan ini Pemerintah daerah mengundang beberapa Mentri, kemudian Gubernur, pimpinan tertinggi DPR, MPR, DPD, maupun tamu-tamu dari sekabupaten/ kota, yang tentunya ini perlu diatur akomodasinya kepada tamu-tamu yang menghadiri acara tersebut dan diharapkan sudah ada persiapan akomodasi, ketika tiba dimaluku sudah dijemput, dan diatur penginapannya, serta diatur ketersediaan mobil.
Lanjut kata Pontoh, “dalam rapat tersebut kita sudah membicarakan untuk membagi tanggung jawab ke masing-masing OPD, dan beberapa OPD yang terlibat sesuai dengan bidangnya dan sudah harus mempersiapkan akomodasinya dan puncak kegiatan pada tanggal 20 Agustus 2022 di gedung auditorium Unpatti dengan tema Baku gandeng Maluku bisa,” ujarnya.
Kepala DPM-PTSP Provinsi Maluku DR. Ir. Suryadi Sabirin, M.Si, selaku penanggung jawab koordinator akomodasi menjelaskan
sesuai dengan hasil rapat tentang kepanitiaan untuk acara penyelenggaraan pagelaran seni budaya termasuk rekor muri ini, telah mempersiapkan semua akomodasinya mulai dari penjemputan, penginapan dan persiapan mobil.
Yang mana dalam kegiatan ini Provinsi Maluku mengundang tamu sebanyak 19 orang dari pemerintah pusat maupun Gubernur dan Walikota se- Indonesia yg terdiri dari unsur pimpinan ketua-wakil MPR RI, DPR , DPD, Menteri, termasuk tamu khusus dari Gubernur.
Dikatakan Sabirin tujuan dari kegiatan ini tidak hanya sebagai menyemarakan HUT ke-77 Provinsi Maluku tapi sebagai sosialisasi mempromosikan potensi pangan lokal di maluku dan mempromosikan pariwisata di Maluku.
“Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan bisa menumbuhkan semangat gotong royong masyarakat, sehingga dengan kegiatan ini juga dapat meningkatkan pariwisata dimaluku sebagai destinasi wisata yg terbaik di Indonesia,” papar Kepala DPM-PTSP Provinsi Maluku.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, Ir.Luthfi Rumbia, MT mengatakan, segala sesuatu yang menyangkut teknis dari pangan lokal dari sagu, pihaknya sudah siap untuk menampilkan sebanyak 500 jenis makanan.
“Kenyang tidak harus nasi, kenyang juga bisa dengan pangan lokal yaitu sagu melalui B2SA (Pangan beragam gizi seimbang dan Aman) yang mana Harus diingat kandungannya ketika kita makan sagu merupakan sumber karbohidrat dengan kadar serat yang tinggi, gula rendah, dan memperlancar pencernaan,” imbuhnya.
“Sagu yang selama ini sangat terbatas olahannya, sekarang bisa dibuat berbagai jenis makanan seperti kue Brownies, kue Bluder sagu, kue Madonna, Klappertaart, dan lain-lain. Kalo semua olahannya bisa bervariasi seperti ini, maka akan tumbuh usaha-usaha baru dari umkm-umkm dan kedepan kami akan berusaha untuk membantu umkm,” terang Rumbia.
Selanjutnya dari Dinas Ketahahan Pangan lagi mengalangkan gerakan pangan lokal dengan sagu.
“Jadi kita harus meningkatkan konsumsi lokal, sehingga masyarakat lebih makmur,” ungkap Kepala dinas ketahanan pangan Maluku.






