Ambon, medianasional.id – Sesuai arahan Presiden RI pada Sidang Kabinet Pencapaian Kemiskinan Ekstrim, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku melakukan Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), guna mewujudkan Satu Data Nasional sebagai langkah dalam Reformasi Perlindungan Sosial.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Tahun 2022 dengan melibatkan OPD, dinas, Instasi pemerintah/lembaga di tingkat provinsi.
Kegiatan yang bertemakan ‘ Mencatat untuk Membangun Negeri, Satu Data, Program Perlindungan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat,’ di buka secara langsung oleh Inspektur Wilayah III BPS RI, Jamason Sinaga, Ak., MAP bertempat di lantai 2 Swissbell Hotel, Selasa (13/9/2022).
Pendataan Regsosek merupakan pengumpulan data seluruh penduduk yang terdiri atas profil, kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan, yang bertujuan menghasilkan data terpadu tidak hanya untuk program perlindungan sosial melainkan keseluruhan program yang dibutuhkan masyarakat untuk kebijakan pemerintah yang lebih terarah.
Inspektur Wilayah III BPS RI, Jamason Sinaga menjelaskan kegiatan ini adalah kegiatan semacam sosialisasi registrasi sosial dan ekonomi (Regsosek) yang akan dilaksanakan oleh BPS pada tanggal 15 Oktober 2022 sampai dengan 14 November 2022 yaitu selama satu bulan penuh terangnya.
“Kita di pusat itu sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian lembaga yang ada di pusat maka di tingkat daerah juga kita mengharapkan semua mendukung acara regsosek ini, karena ini merupakan program pemerintah secara keseluruhan. Jadi kita semua nantinya akan mendapat manfaat dari kegiatan ini dan kita mengharapkan dukungan dan kerjasama dari Dinas Kominfo Provinsi Maluku sehingga adanya keterbukaan informasi dalam Regsosek ini sehingga informasi bisa menjangkau sampai ke pelosok – pelosok daerah, misalnya nanti ketika petugas kami datang ke masyarakat dan menjelaskan kembali dan masyarakat tidak menolak itu , maka itu sebagai salah satu bentuk konkrit dan dukungan. Ini yang kita sangat mengharapkan bersama,” ucap Sinaga.
Gubernur Maluku, Murad Ismail dalam sambutannya menyampaikan pendataan Regsosek merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan tata kelola satu data Indonesia. Data yang dihasilkan harus bersifat intoperabilitas yang dapat dimutakhirkan secara berkala dan terstandarisasi.
Dikatakan, tantangan yang dihadapi saat ini, terkait data sasaran program perlindungan sosial dalam penanggulangan kemiskinan adalah masih terbatasnya data sosial ekonomi yang mecakup seluruh penduduk untuk penentuan target program pembangunan.
Kondisi ini, lalu diperburuk dengan belum terlaksananya kontrol standar kualitas dan ketetapan waktu dalam pemutakhiran data serta penggunaan data target program yang masih bersifat sektoral.
Sehubungan dengan itu, Gubernur juga menyampaikan beberapa hal penting terkait akan dilakukannya pendataan awal Regsosek di Provinsi Maluku.
Pertama, Pendataan Regsosek ini diharapkan mampu memutakhirkan data sosial ekonomi seluruh penduduk agar dapat menangkap dinamika perubahan kesejahteraan masyarakat, sehingga data yang dihasilkan nantinya dapat digunakan sebagai data rujukan untuk integrasi program perlindungan sosial dan juga pemberdayaan ekonomi.
Kedua, pendataan awal Regsosek akan menggunakan pendekatan keluarga dengan memperhatikan domisili semua anggota keluarga yang tercantum pada kartu keluarga.
Informasi yang dikumpulkan dalam pendataan ini pun sangat beragam, antara lain, kondisi perumahan, kependudukan dan ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan dan disabilitas, kepemilikan usaha dan aset serta keikutsertaan dalam perlindungan sosial dan pemberdayaan.
Mencermati pentingnya kegiatan Regsosek ini, ia pun mengajak seluruh pemagku kepentingan untuk berkoordinasi, bersinergi dan berkolaborasi dalam mendukung sepenuhnya pelaksanaan pendataan awal Regsosek yang akan mencakup 100 persen keluarga pada 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku, mulai tanggal 15 Oktober hingga14 November Tahun 2022.
“Saya berharap dukungan seluruh pemangku kepentingan di daerah dan semua pihak untuk mendukung suksesnya pelaksanaan pendataan awal Regsok di Provinsi Maluku, sehingga dapat berjalan dengan baik, lalu bermanfaat guna perencanaan pembangunan di Provinsi Maluku,” harap Gubernur.
Selaku kepala daerah, ia pun menyampaikan ucapan terimakasih dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kepala BPS Provinsi Maluku beserta seluruh jajaran atas kerjasama dan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah di Provinsi Maluku.
Dalam kesempatan tersebut Kepala BPS Provinsi Maluku, Asep Riyadi, S.Si, MM mengatakan Pendataan awal Regsosek ini bertujuan untuk menyediakan sistem dan basis data seluruh penduduk yang terdiri dari atas profil, kondisi sosial, ekonomi dan tingkat kesejahteraan yang terhubung dengan data induk kependudukan serta basis data lainnya hingga tingkat desa/kelurahan.
Ia mengharapkan dukungan dari seluruh instansi pemerintah, swasta serta elemen masyarakat untuk dapat membantu pendataan awal Regsosek.
“Karena keberhasilan pendataan awal regsosek merupakan tonggak sejarah dalam upaya membangun satu data program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat, sebagai wujud membangun Satu Data Indonesia”, ujar Riyadi.
“Kedepannya nanti petugas kami sejumlah 2780 orang semaluku ini, akan mengunjungi seluruh keluarga yang ada di Maluku. Jadi tunggu dan terimalah kami di setiap rumah masing – masing untuk kemudian menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan oleh petugas kami, dan kami akan turun sampai ke pelosok – pelosok, kemudian kita akan observasi untuk bagaimana kita menjangkau ke sana tentunya ada strategi yang harus kita lakukan dan yang paling penting kami akan berupaya sekuat tenaga untuk 100% tidak ada masalah yang terlewatkan dan semoga upaya kita ini memberikan dampak bagi kemajuan bangsa khususnya di Provinsi Maluku,” tutup Kepala BPS Provinsi Maluku.






