Rakor BUMDes se-Kecamatan Paguyangan Perkuat Tata Kelola dan Dukung Program Ketahanan Pangan

Brebes, Jawa Tengah1523 Dilihat

Brebes, medianasional.id – Pemerintah Kecamatan Paguyangan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Forum Komunikasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) se-Kecamatan Paguyangan di kawasan Wisata Tuk Sirah, Desa Winduaji, Kabupaten Brebes, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ajang evaluasi terhadap kinerja BUMDes selama periode 2025–2026. Evaluasi meliputi aspek administrasi, kelembagaan, pengelolaan keuangan, pelaksanaan program kerja, hingga pembahasan berbagai kendala serta potensi usaha yang dimiliki masing-masing desa.

Camat Paguyangan, Koko Kusnanto, A.Kp., S.Hut., dalam arahannya menekankan pentingnya memperkuat koordinasi dan menjaga keberlanjutan organisasi agar BUMDes dapat berkembang secara optimal.

“Masih ada kelemahan koordinasi dan kesinambungan kerja, salah satunya karena pergantian pengurus yang terlalu sering,” ujarnya.

Menurutnya, keberlangsungan kepengurusan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas pengelolaan usaha desa sehingga program yang telah dirancang dapat berjalan secara berkesinambungan.

Selain itu, Koko juga menegaskan bahwa BUMDes harus mengambil peran strategis dalam mendukung program ketahanan pangan yang saat ini menjadi prioritas pemerintah dari tingkat pusat hingga daerah.

“Setiap BUMDes wajib serius dan optimis mengelola ketahanan pangan. Ini merupakan program prioritas mulai dari pemerintah pusat hingga daerah agar BUMDes benar-benar berkembang dan berjalan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap pemerintah desa memiliki kewajiban mengalokasikan sebesar 20 persen Dana Desa untuk mendukung program ketahanan pangan, meskipun besaran anggaran yang diterima masing-masing desa berbeda.

Rakor tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus BUMDes se-Kecamatan Paguyangan, Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta para pendamping desa. Melalui forum komunikasi ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antar-BUMDes sehingga tata kelola kelembagaan semakin tertib, profesional, transparan, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan perekonomian masyarakat desa. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses