Tulungagung, Medianasional.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung melalui UPT Puskesmas Tulungagung menyelenggarakan kegiatan acara Sosialisasi Pemberdayaan Kader Masyarakat Dalam Pencegahan Penyakit Malaria.
Kegiatan tersebut di laksanakan pada hari sabtu (20/7) kemarin,di ruang pertemuan Puskesmas Tulungagung dan di hadiri oleh kader kesehatan yang ada di 7 kelurahan di kecamatan Tulungagung.
Dimana penyakit malaria adalah penyakit menular, yang di sebabkan oleh parasit (plasmodium) yang di tularkan oleh nyamuk malaria betina (anopheles sp). Penyakit malaria dapat menyerang semua orang,baik laki-laki maupun perempuan,pada semua golongan umur dari bayi,sampai orang dewasa.
Infeksi malaria ini memberikan gejala berupa demam, menggigil, anemia,dan splenomegali dan infeksi malaria ini dapat berlangsung tanpa komplikasi ataupun mengalami komplikasi sistemik yang di kenal sebagai malaria berat.
Kepala Puskesmas kota drg.Indro Eko Cahyono,M.kes saat di konfirmasi menyampaikan untuk pemberdayaan kader malaria ini sangatlah penting, karena puskesmas perlu memberikan perhatian lebih terhadap masalah kesehatan yang ada dan berperan dalam memperdayakan kader malaria dalam membantu pengendalian permasalahan malaria.
“Untuk program penanggulangan malaria perlu adanya sinergi antara lintas sektor terkait dan masyarakat.Keberhasilan penanggulangan malaria yaitu menumbuhkan kesadaran , kemauan dan kemampuan memutus mata rantai penularan malaria”, katanya, kamis (25/7/2024).
Indro juga mengatakan tujuan di selenggarakan kegiatan ini untuk meningkatkan pengendalian penyakit serta vector malaria di wilayah kerja puskesmas Tulungagung.
“Untuk menemukan dan mengendalikan penyakit malaria di wilayah kerja puskesmas Tulungagung, membina peran serta masyarakat dalam memberantas vector nyamuk, melaksanakan penyuluhan tentang penyakit malaria di masyarakat, menurunkan angka kesakitan kasus malaria di tahun 2024,membatasi penularan malaria dengan pencegahan penyakit malaria dan meningkatkan pemantauan pada pasien malaria dengan adanya pemberdayaan kader malaria “,paparnya.
Dengan harapan bisa meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam mengambil keputusan terkait kesehatan dan bisa meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan tingkat lokal. (f)






