Tulungagung, Medianasional.id – Deteksi HIV sejak dini merupakan langkah penting untuk mengurangi penularan dan meningkatkan keberhasilan pengobatan HIV.
Makin cepat HIV terdeksi, makin cepat pula penanganan dapat dilakukan sehingga infeksi bisa di kendalikan dan tidak berkembang menjadi Aids.
Untuk melakukan pencegahan deteksi dini HIV-AIDS Puskesmas Kota Kabupaten Tulungagung melakukan sosialisasi di masyarakat dan di lingkungan sekolah.
Sosialisasi yang dilakukan oleh Puskesmas kota di masyarakat tentang pencegahan baik HIV maupun Hepatitis dan untuk pencegahan di lingkup sekolah melalui aku bangga aku tahu tentang HIV-AIDS di mana pencegahan nya, supaya mereka tidak melakukan seks bebas.
Kepala Puskesmas Kota drg.Indro Eko Cahyono,M.kes., melalui bidang pengelola program HIV, Wiji Satrianik, S.Kep.,Ners menyampaikan dalam pencegahan HIV-AIDS di masyarakat dan di lingkungan sekolah sudah di lakukan beberapa kali dengan menggandeng komunitas.
“Kami sudah melakukan sosialisasi di masyarakat maupun di lingkungan sekolah dalam melaksanakan pencegahan deteksi dini terkait penyakit menular HIV maupun Hepatitis.
Untuk sosialisasi terkait penyakit menular HIV-AIDS di lingkup sekolahan dilakukan supaya tidak terkontaminasi terkait seks bebas, yang terpapar anak SMP, SMA dimana tidak kita pungkiri sudah banyak yang melakukan seksual”, ujarnya. Jumat (28/6/2024).
Lanjutnya, “Untuk program pencegahan deteksi dini penyakit menular untuk di kelurahan – kelurahan dan sekolahan waktunya sudah terjadwal dan sudah koordinasi dengan program penyakit menular dengan kongkrit”, terangnya.
Satrianik juga menjelaskan untuk melakukan pencegahan juga di lakukan di kafe-kafe dimana puskesmas kota setiap hot spot punya jangkauan, seperti komunitas Dj yang setiap bulan biasanya berkumpul, seperti adanya arisan bisa di lakukan deteksi dini.
“Untuk yang screening Laki – Laki Suka Laki – Laki (LSL) dimana mereka kalau memang sangat berisiko dalam jangkauan bisa di bawa kesini untuk di periksa,bila sudah terpapar kita lakukan deteksi dini”, imbuhnya.
“Untuk melakukan nya di kafe-kafe kita sudah punya Readline untuk jangkauan populasi yang bekerja sama dengan Dinas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan,bila di temukan positif kita lakukan langsung pengobatan, dimana puskesmas kota sudah melakukan Perawatan Dengan Pengobatan (PDP),jadi kita temukan kita obati dan kita pertahankan di sini”, katanya.
Lebih lanjut kegiatan deteksi dini HIV-AIDS di lakukan secara rutin ada yang setiap minggu dan ada yang setiap bulannya,semua tergantung dimana jangkauan nya yang sudah menyusun jadwal.
“Dengan adanya kegiatan pencegahan deteksi dini di harapkan dampaknya bisa lebih tercover, mereka yang positif bisa segera kita obati supaya tidak menyebar atau sampai infeksi sampai ke stadium berikutnya,maka dari itu kita back up dan pertahanan kan agar mereka tetap bisa bekerja seperti hidup orang normal”, pungkasnya.






