Tulungagung, Medianasional.id – Mobile VCT atau Voluntary Counseling and Testing HIV/AIDS adalah kegiatan penemuan penderita HIV/AIDS secara keliling yang menyasar kelompok berisiko.
Kegiatan ini dilakukan untuk mendeteksi dini infeksi HIV dan memberikan pengobatan yang tepat waktu. Kegiatan visite mobile dilakukan pada komunitas TG melalui kegiatan arisan, dimana kegiatan deteksi dini dengan mengunakan Rapid Diagnostic Test (RDT).
Kepala Puskesmas Tulungagung, drg. Indro Eko Cahyono, M.Kes melalui bidang pengelolaan program HIV, Wiji Satrianik, S.Kep., Ners., menyampaikan dalam kegiatan telah di temukan 2 orang positif syphilis dari 20 orang yang melakukan test HIV dan syphilis.
“Dalam kegiatan pemeriksaan test HIV tidak dilakukan penambahan biaya semua gratis. Kegiatan dilakukan di kelurahan Jepun oleh Tim Visite Mobile Puskesmas Tulungagung”, katanya, Senin (25/11/2024).
Selanjutnya,”Beberapa manfaat Mobile VCT, yaitu: Aksesibilitas yang lebih baik, sehingga individu yang tinggal di daerah terpencil, perkotaan padat, atau terisolasi dapat dengan mudah mendapatkan layanan. Mengurangi stigma, sehingga individu lebih nyaman menjalani pengujian dan mencari dukungan. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terkait HIV/AIDS. Meningkatkan langkah pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS.Mendapatkan dukungan penuh untuk meningkatkan kualitas hidup.Mendapat pengobatan antiretroviral (ARV) untuk menekan perkembangan virus HIV,” jelasnya.
Wiji Satrianik juga menambahkan Mobile tes HIV dan IMS pada populasi kunci bertujuan untuk mendeteksi dini penyakit menular di kelompok berisiko, mendata penderita HIV/AIDS sejak dini agar bisa mendapatkan perawatan atau pengobatan, meningkatkan cakupan panjaringan tes HIV dan IMS, meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya populasi kunci, menurunkan angka kesakitan dan kematian penyakit HIV-IMS. Menurunkan angka penularan penyakit HIV-IMS populasi kunci adalah masyarakat yang perilakunya berisiko tertular dan menularkan HIV dan IMS.
“Beberapa kelompok yang termasuk populasi kunci adalah: Pekerja seks, Pengguna napza suntik (penasun), Waria, Lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL),” ujarnya.
“Kegiatan mobile VCT (VCT bergerak) biasanya dilakukan oleh jejaring sosial pelayanan kesehatan yang bekerja sama dengan puskesmas setempat. Kegiatan visite Mobile dilaksanakan dengan baik dan lancar tidak ada kendala dalam kegiatan tersebut. Komunitas sangat antusias dalam kegiatan tersebut. Kami ucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan dalam mendukung kegiatan tersebut,” pungkasnya.






