Proyek Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Handel Semangat TA 2024 Diduga Dikerjakan tidak Sesuai Spesifikasi Teknis

Kapuas629 Dilihat

Kapuas, medianasional.id – Paket Proyek Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Handel Semangat TA 2024 yang baru selesai dikerjakan, diduga dikerjakan asal jadi, tidak mengutamakan mutu dan kualitas, sebab belum lama proyek pekerjaan tersebut selesai dikerjakan sudah mengalami penurunan pada timbunan  kiri kanan bahu badan jalan.

Ketika awak media ini melakukan investigasi ke lapangan tepatnya di Handel Semangat, Kelurahan Selat Dalam, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, Kamis (7/11/2024) banyak ditemukan kejanggalan pada proyek pekerjaan tersebut, salah satunya pemasangan cerocok kayu galam siring untuk penahan timbunan yang nampak terlihat sebagian pemasangannya jarang, serta pemasangan Giotixstile diduga sebagian tidak diangkat keatas ketika dilakukan penimbunan, sehingga timbunan tersebut luntur dan turun melewati sela-sela siring kayu galam yang pemasangannya jarang bahkan siring kayu galam sebagai penahan timbunan ada yang sudah terbuka kuat dugaan cerocok kayu galam siring tidak terlalu dalam di tancapkan ke bawah.

Belum lagi Proyek Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Handel Semangat tersebut pemasangan cerocok kayu galam siring hanya sebagian saja yang di pasang, padahal dari titik patuk STA 02+400 itu sudah masuk daerah rawa, namun tidak di pasang cerocok kayu galam siring sebagai penahan timbunan seperti pada video hasil investigasi di lapangan yang ada di bawah ini.

 

Sangat disayangkan Paket Proyek Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Handel Semangat milik Dinas PUPRPKP Kabupaten Kapuas, Bidang Bina Marga TA 2024 yang dikerjakan oleh CV. HAYAK BASEWUT Pusat Palangka Raya dengan nilai pagu Rp.2.468.750.000,- (Dua Milyar Empat Ratus Enam Puluh Delapan Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) sumber dana, Dana Alokasi Umum (DAU). Nomor: 600.1.8/16/KTRK – BM/DAU/V/DPUPRPKP 2024 Tanggal 8 Mei 2024. Sangat kuat diduga proyek pekerjaan tersebut tidak sesuai RAB.

Saat di konfirmasi awak media ini melalui pesan Via WhatsApp kepada Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga (BM) Heni Mariati, S.T terkait proyek pekerjaan tersebut, ia mengatakan silahkan temui Pak Bintar selaku Pelaksana teknis (Peltek).

“Awak media inipun langsung menemui Pak Bintar diruang kerjanya, Kamis (7/11/2024). Ketika di tanyakan kenapa pemasangan cerocok kayu galam siring tidak di lakukan pemasangannya secara merata sampai ke titik terakhir pekerjaan, hanya sebagian saja yang di pasang cerocok, ia memaparkan memang hanya sebagian saja yang di pasang cerocok, kalau di pasang semua anggarannya tidak cukup, karena untuk pembuatan siring beton yang ada didepan itu mahal, belum lagi untuk tanah pilihan untuk timbunan itu ketebalannya 40 cm, dan di lapis batu bekckos 18 cm,” terangnya.

Disisi lain awak media ini juga konfirmasi kepada pihak kontraktor CV. HAYAK BASEWUT yang mengerjakan proyek tersebut melalui pesan Via WhatsApp terkait pemasangan cerocok kayu galam siring yang jarang dan pemasangan Giotixstile yang diduga ada sebagian tidak diangkat pada waktu penimbunan dilakukan, ia mengatakan dari awal pekerjaan pemasangan cerocok kayu galam siring sudah rapi dan rapat mungkin ketika dilakukan pemadatan agregat cerocok kayu galam siring bergeser karena areal lahan rawa dan untuk pemasangan Giotixstile itu di atas siring semua kalau sekarang tidak terlihat mungkin sudah robek,” pungkasnya.

Dengan diterbitkannya berita ini, diharapkan kepada BPK Provinsi Kalimantan Tengah, BPK RI, Kejaksaan Negeri Kapuas, Aparat Penegak Hukum (APH) Polres Kapuas, Kejati Kalteng, bisa melakukan audit terkait Proyek Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Handel Semangat. (mir)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses