Proses PBJ Desa Botolambat Dinilai Janggal

814 views

Batang – medianasional.id.                        Peran serta masyarakat dalam pengawasan Dana Desa sesuai tertuang dalam PP 60 tahun 2015 dilaksanakan oleh warga Desa Botolambat Kecamatan Kandeman Kab.  Batang, mereka ikut aktif dalam melakukan pengawasan pelaksanaan pembangunan di desa setempat.

Salah satu kegiatan Desa yang diawasi pada Tahun 2020 yakni pekerjaan Talud Jalan Dusun dukuh Gunung.

Dalam prasasti yang terpasang pembangunan saluran bersumber Dana Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2020, dengan pagu sebesar Rp. 200 Juta.

Menurut salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya, bahwa dia merasa janggal dengan pagu yang ditetapkan oleh Pemdes, pasalnya mengacu pada Analisa Harga Satuan Pekerjaan dari Kementerian PUPR kebanyakan angka koefisien merupakan pecahan desimal.

“Pembuatan RAB berpedoman pada AHSP, sementara koefisien nya angka pecahan desimal, maka jumlahnya pun tidak berupa angka pas seperti 200 juta” jelasnya.

Dirinya menduga bahwa munculnya angka 200 juta pada pagu anggaran kegiatan tersebut menyesuaikan dengan jumlah penerimaan Bantuan Keuangan Provinsi.

“Saya menduga rencana anggaran operasional pekerjaannya dipaksakan agar memenuhi 200 juta” tambahnya.

Meski tidak tahu persis RAB kegiatan, namun dirinya mengaku bahwa sekitar sebulan yang lalu pernah bertanya kepada Pendamping Desa (PD) setempat, melalui aplikasi Whatsaap terkait volume dan bahan material pekerjaan.

“Saya sempat klarifikasi terkait kekurangan volume, adapun jawaban PD bahwa setelah melakukan pengecekan dilapangan memang terdapat kekurangan volume dan akan meminta agar ditambah pasangan talud” terangnya.

Menurut keterangan PD bahwa material batu yang digunakan sesuai RAB yakni menggunakan Batu Belah. “Realisasinya tidak hanya menggunakan batu belah, namun ada juga batu blondos yang ikut dipasang” tambahnya lebih lanjut.

Dikonfirmasi salah satu media melalui aplikasi Whatsaap, pada Minggu (27/12/2020) Kepala Desa Botolambat, Dukri menjelaskan kepada awak media bahwa telah dilakukan penambahan pasangan.

“Telah dilakukan penambahan volume sepanjang 113 meter, dilokasi jalan utama ke selatan.” jelasnya kepada awak media.

Terkait dengan material, dirinya memesan batu belah bukan batu blondos. “Yang saya pesan batu belah bukan batu blondos, itupun dibelah lagi” terangnya.

Disinggung perihal proses Pengadaan Barang dan Jasa oleh Desa terkait pelaksanaan kegiatan Banprov tersebut, menurut Kades bahwa penggarap pekerjaan tersebut adalah Wawan.

Diketahui Wawan yang dimaksud bukanlah warga Desa Botolambat. “Penggarapnya wawan, dan dipantau oleh Desa” jelasnya lebih lanjut.

Sampai minggu (27/12/2020) sore, Kades belum menjawab pertanyaan terkait proses PBJ kegiatan pembangunan Talud Jalan Dusun di Dukuh Gunung Desa Botolambat, apakah pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan secara swakelola, pihak ketiga ataupun lelang.

Sesuai yang termaksud dalam LKPP No. 12 Tahun 2019 tentang Pengadaan Barang dan Jasa di Desa.

Terkait hal ini media menyoroti ada beberapa kejanggalan ketidak jelasan keterangan Kades, terkait proses PBJ Desa

1. Jika swakelola kenapa dia justru memesan material batu belah, seharusnya penggarapnya bukan orang luar, dan dalam kaitan ini pemdes bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan kegiatan, tidak hanya memantau saja.

2. Jika dipihak ketigakan (karena digarap orang luar, dan desa hanya memantau), tetapi kenapa kepala desa yang pesan material.

# Sofyan Ari

Proses PBJ Desa

Penulis: 
author

Posting Terkait

Tinggalkan pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.