BATANG, medianasional.Id.
Masa depan dunia media dan kreatif digital tampaknya bakal diisi oleh wajah-wajah segar dari SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang. Lewat ekstrakurikuler Jurnalastra, para siswa di sekolah ini tidak hanya sekadar duduk di bangku kelas, melainkan sudah aktif memegang kamera, menulis berita, hingga mengelola media sosial layaknya profesional.
Jurnalastra hadir sebagai wadah komplet untuk mengasah keterampilan non-akademik siswa. Di sini, mereka belajar banyak hal mulai dari teknik menulis berita, fotografi, desain grafis, editing video, hingga strategi publikasi di media sosial.
Ketua Jurnalastra, Whisnu Dwi Putranto, mengungkapkan bahwa organisasi ini didesain sebagai laboratorium kreatif bagi siswa untuk menyalurkan bakat dan belajar bertanggung jawab.
“Tujuan utamanya adalah menjadi wadah bagi teman-teman untuk mengembangkan kemampuan jurnalistik, menulis, fotografi, desain, editing, dan pembuatan konten,” ujar Whisnu saat berbagi cerita di SMAN 1 Bandar, Jumat (2/10/2026).
Kerja Tim Layaknya Redaksi Profesional
Menariknya, manajemen kerja Jurnalastra sudah mengadopsi sistem kerja ruang redaksi (newsroom) modern. Setiap anggota ditempatkan sesuai dengan minat dan keahlian masing-masing. Ada yang bertugas sebagai penulis, reporter lapangan, fotografer, videografer, editor, hingga tim kreatif media sosial.
Proses belajarnya pun dibuat interaktif. Tidak melulu soal teori, mereka rutin menggelar diskusi kelompok, praktik langsung di lapangan, pembagian pos liputan, hingga sesi evaluasi bersama.
Selain memproduksi berita harian untuk internal sekolah, tim Jurnalastra juga mengemban tanggung jawab besar lainnya. Mulai dari mendokumentasikan agenda penting sekolah, mengelola konten media sosial resmi, hingga menyusun Buletin Pakis—majalah cetak kebanggaan SMAN 1 Bandar.
“Harapan saya, Jurnalastra bisa makin aktif, kreatif, dan terus berkembang menjadi media informasi tepercaya sekaligus wadah utama pengembangan bakat siswa di sekolah ini,” tambah Whisnu.
Digembleng Langsung oleh Praktisi Senior
Kualitas karya anak-anak Jurnalastra tentu tidak lepas dari bimbingan mentor yang tepat. Mereka beruntung didampingi oleh Heri Kisyanto, staf peliputan Diskominfo Batang yang juga bertindak sebagai pelatih. Berbekal pengalaman selama 19 tahun di dunia penyiaran dan jurnalistik, Heri menerapkan metode pembelajaran berbasis praktik langsung.
Menurut Heri, kepekaan seorang jurnalis tidak bisa diasah hanya dengan membaca buku teori. Siswa harus diterjunkan langsung untuk merasakan atmosfer peliputan, wawancara narasumber, menulis berita cepat, hingga berani tampil di depan kamera sebagai reporter.
“Perlu banyak praktik langsung. Misalnya dengan mencontohkan peliputan, mempraktikkan liputan sebuah acara, lalu mengolah hasilnya langsung di lokasi. Cara ini efektif melatih kepekaan, kecepatan, dan ketepatan mereka dalam menyajikan informasi,” jelas Heri.
Heri juga melihat potensi besar di lingkungan sekolah yang kaya akan bahan berita. Menurutnya, dinamika kegiatan sekolah, terutama aktivitas ekstrakurikuler lain, adalah ‘tambang emas’ yang sangat menarik untuk dieksplorasi menjadi produk jurnalistik yang bernilai.
Melalui wadah Jurnalastra ini, SMAN 1 Bandar sukses membuktikan bahwa sekolah bukan lagi sekadar tempat belajar teori akademis, melainkan ruang terbuka bagi lahirnya jurnalis dan kreator konten masa depan.





