Ambon, medianasional.id – Politeknik Negeri Ambon menggelar acara bertajuk “Kemitraan Vokasi untuk Percepatan Pembangunan Maluku” yang berlangsung di Hotel Kamari Ambon Lantai 7, pada hari Jumat, 29 November 2024. Acara ini dimulai pukul 09.00 pagi dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan daerah, termasuk pemerintah, dunia usaha, dunia industri, asosiasi, serta komunitas masyarakat dan media massa.
Pembukaan acara dilakukan oleh Asisten Gubernur Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dr. H. Djalauddin Salampessy, S.Pi., SH., M.Si., yang mewakili Penjabat Gubernur Maluku, Bapak Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU. Dalam sambutannya, Dr. Salampessy menekankan pentingnya kemitraan vokasi sebagai bagian integral dari perencanaan pembangunan berbasis kepulauan di Maluku.
Ia menyoroti bahwa, Maluku, yang terdiri dari 1.340 pulau dengan potensi sumber daya alam yang beragam, memerlukan sinergi antara sektor pemerintah, dunia usaha, dunia industri, akademisi, dan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Vokasi sebagai bentuk kemitraan memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Maluku yang saat ini berada pada angka lebih dari 6%. Meskipun sektor konsumsi mendominasi, sektor pertambangan, khususnya tambang emas dan digital, juga memberikan kontribusi signifikan. Oleh karena itu, kemitraan vokasi menjadi kunci untuk mendorong sektor-sektor unggulan seperti perikanan, perkebunan rempah, pariwisata, dan pertambangan yang dimiliki Maluku,” ujar Dr. Salampessy.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa, perguruan tinggi, terutama Politeknik Negeri Ambon dan politeknik lainnya di Maluku, memegang peranan penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang terampil dan siap bekerja sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Konektivitas antar daerah, penguatan infrastruktur, serta dukungan sektor telekomunikasi juga menjadi prioritas untuk mendukung pengembangan potensi wilayah yang ada di Maluku.
Sementara itu, Wakil Direktur Politeknik Negeri Ambon, Lenora Leuhery, S.T., M.T., yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Program Fasilitasi Kemitraan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara pemangku kepentingan dan mengidentifikasi berbagai peluang dalam pengembangan kemitraan vokasi.
“Melalui kolaborasi antara pendidikan vokasi, pemerintah, dan sektor swasta, kita dapat menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi tantangan pembangunan di Maluku,” kata Lenora.
Dialog Publik ini juga dihadiri oleh Kepala P2MP2 Politeknik Negeri Ambon, Alphin Stevanus, S.T., M.Eng., Ph.D., yang menyampaikan harapannya, agar acara ini dapat menjadi momentum untuk berbagi ide dan gagasan antar pemangku kepentingan guna mempercepat pembangunan di Maluku.
“Kami berharap, melalui kemitraan ini, kita bisa menemukan solusi untuk mempercepat pembangunan, khususnya di sektor-sektor unggulan di Maluku,” tutur Alphin.
Kegiatan ini diharapkan, dapat menghasilkan rekomendasi strategis untuk memperkuat kemitraan vokasi, yang pada gilirannya akan mendukung pembangunan berkelanjutan di Provinsi Maluku. Selain itu, diharapkan pula, dapat mendorong terbukanya lapangan pekerjaan baru, yang pada akhirnya dapat mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Acara ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menciptakan sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan sektor industri guna mempercepat proses pembangunan yang berbasis pada pemanfaatan potensi lokal dan pengembangan sumber daya manusia yang terampil dan inovatif.






