Raja Ampat, medianasional.id – Peristiwa terbakarnya Kantor Distrik (Kecamatan) Kabare (Waigeo Utara), Raja Ampat, Papua Barat Daya saat ini motifnya masih dalam proses identifikasi pihak Kepolisian (Polres Raja Ampat Red).
Hal itu disampaikan Kapolres Raja Ampat, AKBP. I Gusti Gde Raka Martayasa saat dikonfirmasi wartawan, usai menghadiri rapat pleno ketiga masa sidang kedua dalam rangka penetapan dan pengesahan Raperda, tentang APBD-Perubahan Kabupaten Raja Ampat Tahun 2024, di auditorium kantor Bappeda Raja Ampat, Senin (30/9/2024) malam.
“Tim identifikasi Polres Raja Ampat telah bergerak ke tempat kejadian perkara. Kita masih mendalami dulu penyebabnya apa, supaya tidak simpang siur apa penyebab dari kebakaran tersebut, setelah di identifikasi kami akan sampaikan,” kata Kapolres.
Ia menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan provokasi dengan menciptakan narasi-narasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.”Mari kita ciptakan suasana yang aman dan damai di indonesia, khususnya di Raja Ampat, Papua Barat Daya,” ungkap Kapolres.
“Kita akan segera indentifikasi, menyelidiki guna menyimpulkan atas peristiwa terjadinya kebakaran di kantor Distrik Waigeo Utara (Kabare).Tim kami sudah turun ke lokasi kejadian jam 15.00, mohon dukungannya dari rekan-rekan media untuk mendukung menciptakan suasana yang aman, dan damai melalui release beritanya,” tandasnya.
Ditempat yang sama, Sekda Raja Ampat, Yusuf Salim menuturkan, dirinya sangat menyayangkan terjadinya kebakaran di kantor Distrik Waigeo Utara (Kabare). “Kami juga belum mendapatkan informasi yang pasti, terkait peristiwa kebakaran tersebut. Pihak Polres Raja Ampat melalui Satuan Reserse dan Kriminal sedang bekerja melakukan penyelidikan,” ujar Sekda.
Ia juga berharap kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak menciptakan narasi-narasi yang dapat menimbulkan situasi yang tidak aman dan damai. ” Saya mengajak seluruh masyarakat Raja Ampat untuk senantiasa menciptakan situasi yang aman dan damai di seluruh wilayah administrasi Kabupaten Raja Ampat,” pungkas Sekda.
Informasi yang berhasil dihimpun media ini, peristiwa kebakaran dimaksud terjadi, Senin (30/9/2024) sekira pukul 11:30 waktu setempat.
Tim Liputan medianasional.id






