JAKARTA, MEDIANASIONAL.ID — Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia menyerukan pembaruan kemanusiaan secara menyeluruh dalam Pesan Paskah 2026. Mengangkat tema “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita” (2 Korintus 5:17), PGI menegaskan bahwa kebangkitan Kristus menjadi titik balik transformasi hidup manusia—baik secara pribadi, sosial, maupun dalam relasi dengan alam.
Dalam pesan resminya, PGI menekankan bahwa setiap orang yang hidup di dalam Kristus adalah “ciptaan baru”, di mana kehidupan lama telah berlalu dan digantikan oleh hidup yang berorientasi pada kehendak Allah.
“Ketika yang lama berlalu dan yang baru tiba, tercipta realitas kehidupan baru yang diarahkan kembali pada tujuan Allah,” demikian kutipan pesan tersebut
PGI menilai, kebangkitan Kristus bukan sekadar peristiwa iman, melainkan kekuatan yang mengubah cara berpikir, bersikap, dan bertindak manusia. Transformasi ini berdampak luas—mulai dari kehidupan pribadi hingga relasi dalam keluarga, masyarakat, dan lingkungan.
Kemanusiaan yang diperbarui, lanjut PGI, harus berakar pada nilai kasih, keadilan, perdamaian, solidaritas, serta penghormatan terhadap martabat setiap orang. Umat diajak meninggalkan pola hidup lama yang dipenuhi egoisme, kebencian, dan ketidakadilan, menuju kehidupan baru yang memancarkan kasih.
Peran keluarga juga disorot sebagai fondasi utama pembaruan. Dalam konsep ecclesia domestica atau gereja rumah tangga, nilai iman dan kemanusiaan ditanamkan melalui praktik sehari-hari seperti doa bersama, pendidikan iman, serta kepedulian terhadap sesama.
Sorotan Kritis: Krisis Lingkungan dan Dosa Ekologis
Tak hanya berbicara soal relasi antar manusia, PGI juga menaruh perhatian serius pada krisis ekologis yang kian mengancam kehidupan. Kerusakan lingkunga, seperti deforestasi, pencemaran, krisis iklim, hingga hilangnya keanekaragaman hayatI disebut sebagai akibat dari keserakahan manusia, gaya hidup konsumtif, serta kebijakan pembangunan yang mengabaikan keadilan ekologis.
PGI bahkan menegaskan sikap keras terhadap persoalan ini. “Kita dengan tegas mengecam setiap pelaku perusakan lingkungan, baik individu, korporasi, maupun kebijakan negara yang abai terhadap keadilan ekologis,” tegas PGI
Dalam perspektif iman, tindakan merusak lingkungan disebut sebagai bentuk dosa, karena bertentangan dengan panggilan manusia sebagai penatalayan ciptaan Tuhan.
Seruan Perdamaian Dunia
Dalam konteks global, PGI juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik di Timur Tengah dan Asia Selatan yang melibatkan sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Israel, Iran, Pakistan, dan Afghanistan.
Konflik tersebut dinilai telah menimbulkan penderitaan luas, terutama bagi warga sipil, perempuan, dan anak-anak.
PGI menyerukan penghentian kekerasan dan mendorong penyelesaian melalui dialog damai yang adil. Umat juga diajak untuk menunjukkan solidaritas kepada para korban serta menghindari ujaran kebencian.
“Gereja berpihak kepada mereka yang paling rentan—warga sipil, keluarga yang tercerai-berai, serta anak-anak yang hidup dalam ketakutan,” demikian ditegaskan .
Harapan Paskah: Hidup Baru yang Nyata
Menutup pesannya, PGI menegaskan bahwa Paskah adalah awal kehidupan baru yang dipenuhi harapan. Kebangkitan Kristus menjadi dasar bagi terwujudnya kemanusiaan yang dipulihkan, masyarakat yang adil dan damai, serta alam yang dirawat dengan penuh tanggung jawab.
Pesan ini ditandatangani oleh Ketua Umum PGI Pdt. Jacklevyn F. Manuputty dan Sekretaris Umum Pdt. Darwin Darmawan pada 5 Maret 2026 di Jakarta.






