Brebes, medianasional.id | Pernikahan yang dilaksanakan di Dusun Cirumyang, Kelurahan Ragatunjung, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes pada Kamis (09/01/2025) menjadi momen yang luar biasa bagi warga setempat dan seluruh keluarga besar TNI AD.
Perhelatan ini tidak hanya merayakan cinta antara Winda Lestari S. Kep. dan Pratu Adrian Budi Hermawan, seorang prajurit TNI Angkatan Darat dari Batalyon Arhanud 9 Angkasa Widya Jayanta, Kupang, Nusa Tenggara Timur, tetapi juga memperkenalkan tradisi militer yang penuh makna yaitu Sangkur Pora.
Menurut Serma Yuli Susanto, selaku koordinator, acara ini dimulai dengan prosesi Sangkur Pora sebuah tradisi yang biasa dilaksanakan dalam pernikahan anggota TNI AD, yang tidak hanya menunjukkan kekompakan, tetapi juga penghormatan terhadap prajurit yang sedang melangsungkan pernikahan. Sebanyak 11 prajurit TNI AD yang lengkap dengan atribut resmi mereka, dipimpin oleh Pratu Tomas Andika, hadir untuk mengiringi kedua mempelai menuju pelaminan.
Tradisi ini memiliki arti mendalam. “Jumlah anggota dalam tradisi sangkur pora ada sebelas orang, dipimpin oleh satu komandan, dan pasukan sangkur pora ini mengantarkan pengantin sampai di pelaminan,” jelasnya dengan penuh rasa bangga. Prosesi ini berjalan dengan khidmat dan lancar berkat arahan dan koordinasi yang sangat baik dari Serma Yuli Susanto.
Mungkin banyak yang belum mengetahui perbedaan antara dua tradisi militer yang seringkali disalahartikan, yaitu pedang pora dan sangkur pora. Secara umum, pedang pora diselenggarakan untuk perwira, seperti mereka yang berasal dari Akademi Militer (Akmil), Akademi Kepolisian (Akpol), dan Akademi Angkatan Laut (AL), serta perwira lainnya. Upacara ini menggambarkan kekompakan antara para perwira, baik di dalam dinas maupun di luar dinas.
Sementara itu, sangkur pora adalah tradisi yang dilakukan untuk tamtama dan bintara. Upacara ini tidak hanya bertujuan untuk menghormati prajurit yang menikah, tetapi juga untuk memperkenalkan mempelai wanita kepada rekan-rekan prajurit. Ini adalah simbol dari kekompakan serta solidaritas antar anggota TNI yang selalu mendukung satu sama lain, baik dalam tugas maupun kehidupan pribadi.
Menurutnya, salah satu momen yang penuh makna dalam pernikahan ini adalah pemberian seragam Persatuan Istri Tentara Kartika Chandra Kirana (Persit KCK) kepada pengantin wanita, Winda Lestari S. Kep. Seragam tersebut melambangkan bahwa Winda kini resmi menjadi bagian dari organisasi istri prajurit TNI AD. Prosesi ini tidak hanya menyatukan kedua mempelai, tetapi juga menyatukan keluarga besar TNI AD dengan masyarakat.
Pernikahan Winda dan Pratu Adrian tidak hanya menjadi sebuah perayaan cinta, tetapi juga menjadi simbol dari nilai-nilai kekeluargaan dalam lingkungan militer. Kehadiran para prajurit TNI AD, dengan kedisiplinan dan keseriusan dalam mengikuti prosesi sangkur pora, menambah kesan mendalam bagi semua yang hadir. Ditambah lagi, dukungan dari keluarga besar TNI AD menjadikan pernikahan ini sebagai contoh nyata tentang bagaimana kehidupan militer dan masyarakat bisa saling mendukung dan menghormati.
Dengan suasana yang penuh kehangatan dan kebersamaan, pernikahan ini menjadi kenangan yang tak terlupakan, tidak hanya bagi kedua mempelai, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Dusun Cirumyang dan keluarga besar TNI AD.





