Medianasional.id
Ternate – Dalam persoalan mencari solusi pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), Ratusan Tenaga Kesehatan RSUD Chasan Boesoirie Ternate menolak pertemuan secara tertutup oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku Utara, yakni Samsuddin Abdul Kadir.
Pasalnya dari informasi yang di himpun awak media ini, ratusan nakes tidak menerima pertemuan secara tertutup karena di duga ada indikasi kuat yang kemudian akan berlarut larut hingga muncul peristiwa baru.
Selain itu menjadi pertanyaan di benak para Nakes bahwa pada tanggal 24 Desember 2022, Gubernur Maluku Utara melakukan haring atau pertemuan secara terbuka di halaman instalasi gawat darurat (IGD) dan solusi hingga wacana peminjaman uang ke bank yang disampaikan secara terbuka dihadapan para Nakes. Meski perihal tersebut hanya janji semata.
Sementara Plh Dirut Rumah Sakit, saat awak media di lokasi, ia hendak meminta agar nakes dan Sekda Malut nantinya akan melakukan pertemuan di ruang aula RSUD Chasan Boesoirie Ternate.
Kordinator, Zainal Ilyas mengatakan, pertemuan tersebut hanya di minta oleh Plh Dirut rumah sakit untuk pertemuan bersama ratusan nakes di aula RSUD Chasan Boesoirie.
” Ia tadi yang mereka minta (Red-plh) para Nakes melakukan pertemuan di aula rumah sakit, dan itu juga kita dari OKP dan LSM tidak dilibatkan,” ucapnya.
Untuk masalah ini, disampaikan Alan sapaan akrabnya, semua dikembalikan kepada para Nakes karena itu hak mereka mau terbuka atau tertutup.
Sekedar diketahui, hingga berita ini di publish perjanjian pertemuan dengan Sekertaris Daerah Provinsi Maluku Utara dan Plh RSUD Chasan Boesoirie bersama para Nakes sekitar pukul 11.00 wit hingga di tunda pukul 14.00 wit tidak kunjung adanya pertemuan.
Sementara Karo Humas Provinsi Maluku Utara saat ditemui di lokasi menyampaikan harus menuju ke ruang aula dengan alasan karena ada tempat.
