KENDAL– MEDIANASIONAL.ID– Tani Merdeka Kabupaten Kendal menegaskan bahwa gerakan penanaman pohon tidak hanya bertujuan melestarikan hutan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan penanaman ratusan pohon yang diinisiasi Polres Kendal di Desa Tunggulsari, Kecamatan Brangsong, Senin (13/7/2026), bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kendal.
Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Kendal, Roziqin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat yang mengedepankan keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan nilai ekonomi hasil pertanian.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Kami ingin masyarakat tidak hanya menanam pohon, tetapi juga mendapatkan manfaat ekonomi dari hasil buah maupun produk turunannya,” kata Roziqin.
Menurutnya, tanaman seperti kelapa memiliki potensi ekonomi yang besar karena hampir seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan. Serabut kelapa dapat diolah menjadi cocopeat sebagai media tanam, sedangkan air kelapa dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai jual.
“Harapan kami, anak-anak para petani nantinya mampu memproduksi berbagai produk turunan, seperti cocopeat dari serabut kelapa maupun olahan air kelapa. Dengan begitu, hasil pertanian tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi memiliki nilai tambah,” ujarnya.
Roziqin menambahkan, hasil pertanian juga diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi keluarga petani, baik untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak, kesehatan, maupun meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui pengelolaan hasil pertanian yang lebih optimal.
Ia menyebut Tani Merdeka telah memiliki kepengurusan hingga tingkat desa. Organisasi tersebut terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga kelestarian hutan sejalan dengan program reboisasi dan pelestarian lingkungan.
“Kami membentuk pemuda milenial agar ikut menjaga kelestarian hutan. Perjuangan kami bukan hanya soal kebutuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana hutan tetap lestari sehingga dapat memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun yang akan datang,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Polres Kendal menyerahkan sebanyak 700 bibit tanaman kepada masyarakat yang terdiri atas 200 bibit kelapa, 100 bibit kelengkeng, 100 bibit alpukat, dan 300 bibit mangga. Bibit tersebut kemudian ditanam secara simbolis bersama unsur Forkopimda dan perwakilan warga sebagai bagian dari gerakan penghijauan di Desa Tunggulsari.
Salah seorang warga RT 02 RW 03 Desa Tunggulsari, Sumarti, mengaku senang menerima bantuan bibit pohon tersebut. “Saya senang mendapat bibit pohon ini. Nantinya akan saya tanam di pekarangan rumah agar bisa bermanfaat untuk lingkungan sekaligus menjadi sumber buah bagi keluarga,” katanya.(#)




