Ambon, medianasional.id – Pemerintah Kota Ambon bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) perwakilan Provinsi Maluku telah meluncurkan sekolah untuk lansia (lanjut usia) Nusa Indah di Negeri Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon. Sekolah lansia ini merupakan yang pertama di Provinsi Maluku dan bertujuan untuk meningkatkan ketangguhan dan kemandirian lansia melalui lembaga pendidikan nonformal, kata Pj. Wali Kota Ambon Drs.Bodewin.M.Wattimena.M.Si.
” Negeri Hutumuri dipilih sebagai lokasi percontohan sekolah lansia karena terdapat 64 kelompok lansia yang terdiri dari 500 orang. Aktivitas lansia di Negeri Hutumuri cukup aktif, sehingga diharapkan model ini dapat diterapkan di kabupaten dan kota lain di Provinsi Maluku. Lansia sering mengalami penurunan kualitas hidup, baik dari segi fisik maupun mental, yang berdampak pada penurunan produktivitas. Namun, mereka juga memiliki kearifan dan pengalaman hidup yang dapat dimanfaatkan dalam pembangunan nasional,” ujarnya.
” Sekolah lansia di Negeri Hutumuri akan diikuti oleh 31 lansia berusia 60 tahun ke atas. Mereka akan belajar satu kali dalam satu bulan selama 6-12 bulan dengan jadwal pukul 10.00-12.00 WIT. Materi yang akan dipelajari meliputi psikologi penuaan, gerak lansia, kebutuhan gizi, dan pengaturan emosi. Sekolah lansia ini bukan sekolah formal, tetapi tempat di mana para lansia dapat belajar, memperoleh pengetahuan, dan meningkatkan kemandirian dalam menjalani kehidupan di usia senja. Setelah menyelesaikan sekolah, para lansia akan diwisuda,” ungkap Wattimena.
Menurutnya, Pemkot Ambon telah menyiapkan para pengajar, termasuk dosen, guru, dan dokter di Kota Ambon, untuk memberikan materi kepada para lansia yang mengikuti sekolah ini. Langkah ini diambil sebagai upaya meningkatkan kualitas keluarga yang memiliki lansia dan mendukung lansia hidup sejahtera secara lahir dan batin. Pemkot Ambon berharap, peran lansia sebagai pemimpin dalam memberikan nasehat, himbauan, dan penulisan pengalaman hidup kepada generasi muda dapat semakin ditingkatkan, tutup Wattimena.






