Pemkab Batang Menjadi Rujukan Daerah Lain Untuk Menuju Pemerintah Bersih Bebas Dari Korupsi

Jawa Tengah191 Dilihat

Karanganyar, medianasional.id Karena dipandang memiliki komitmen yang tinggi dalam pencegahan tindak pidana korupsi di Kabupaten Batang Bupati Wihaji didaulat sebagai nara sumber Gelar Pengawasan Daerah (Lawarsda) Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung di Hotel Alisa Kabupaten Karanganyar Rabu, (24/10).

Komitmen tersebut di landasi dengan penerapan e- Planning, e-Budgeting dan sistem lainnya yang sudah mendapat rekomendasi dari lembaga anti korupsi atau KPK sebagai pusat rujukan dari berbagai daerah di Indonesia.

” Dalam hal ini Wihaji dihadapan peserta Lawarsda mengatakan, suatu tindak korupsi dapat di lakukan oleh siapa saja apalagi dalam sebuah pemerintahan. Karena memiliki kesempatan dan peluang untuk melakukan tindakan yang tidak bermoral dan merugikan kesejahteraan masyarakat banyak.

“Tentunya ada beberapa celah yang sering dijadikan tindak korupsi diantaranya eksternal dan internal,” Kata Wihaji.

Adapun beberapa potensi untuk melakukan korupsi diantaranya bidang perijinan, jabatan, perencanaan dan mutasi jabatan pimpinan yang bisa menjadi sarang terjadinya korupsi di pemerintah. Ucapnya

“Dari empat bidang tersebut menjadi lahan korupsi, tapi paling banyak yang terjadi yaitu mutasi pimpinan,” Kata Wihaji.

Ia menjelaskan bahwa dimana setiap ada mutasi jabatan ada potensi Bupati memanfaatkan untuk menjual jabatan tersebut. Untuk itu dalam rangka melakukan pencegahan terhadap korupsi diperlukan komitmen seorang pimpinan daerah, karena tindak korupsi 40 % karena sistem dan 45 % dilakukan pimpinan daerah, lanjutnya, 15 % faktor lainnya

Wihaji juga menyampaikan di Kabupaten Batang memiliki 101 aplikasi yang digunakan dalam pemerintahan untuk mencegah tindakan korupsi. Untuk menutup celah korupsi yang mudah masuk kebirokrasi pemerintahan.

“Ada beberapa aplikasi yang menjadi rujukan kabupaten lain yang digunakan Pemkab Batang antara lain e -Planning, e -Budgeting yang mendapat rekomendasi dari KPK,” Jelas Wihaji

” Langkah dalam pencegahan terjadinya korupsi di Pemkab Batang sehingga akan mampu menghemat anggaran, sehingga bisa kita gunakan untuk menaikkan tunjangan bagi tenaga fungsional ULP.

” Dalam kesempatan ini Sekretaris Daerah Propinsi Jawa Tengah Dr.Ir.Sri Puryono, KS MP yang menyampaikan untuk tidak perlu malu mengangsu ilmu dari kabupaten lain untuk kemajuan daerah. Propinsi Jawa Tengah pun akan belajar ke kabupaten jika memang itu bagus diterapkan untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih baik, bebas dari korupsi sehingga pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud.

” Di Kabupaten Batang ada program yang diberi nama e-kematian sehingga apabila ada warga yang miskin meninggal dunia akan mendapat santunan kematian dalam waktu satu hari. ini bagus dan bisa kita tiru dan terapkan,” Kata Sri Puryono

Kontributor : Sukirno
Editor : Puji_Leksono

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses