Pemerintah dan Masyarakat Lambar Wajib Mitigasi Kebakaran

Lampung Barat400 Dilihat

Lampung Barat, medianasional.id – Bencana kebakaran di kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung sudah berulang kali, dan sampai saat ini masih simpang siur mengenai penyebap kebakaran.

Sudah saatnya pemerintah, PLN, dan masyarakat duduk bersama untuk mitigasi permasalahan seringnya terjadi musibah kebakaran di negerinya para SAIBATIN di Provinsi Lampung.

Di Lampung Barat sebagian besar rumah warga terbuat dari bahan baku kayu dan berbentuk rumah panggung, dengan jarak antara bangunan rumah lainnya juga tidak terlalu padat lebih dari 5 meter, setiap terjadi musibah kebakaran rata – rata 2 sampai 3 rumah yang terbakar, penyebap kebakaran bervariasi, mulai dari gas elpiji, tungku dapur yang menggunakan kayu bakar dan arus pendek listrik. Kejadian musibah kebakaran di kabupaten Lampung barat juga tidak terpengaruh dengan cuaca, ada yang terjadi di waktu musim kemarau, ada juga terjadi di musim hujan. Kerugian korban musibah kebakaran juga bervariasi mulai dari di bawah Rp 50.000.000. Sampai di atas Rp 100.000.000. Sedangkan santunan dari pihak Pemerintah Kabupaten Lampung Barat juga bervariasi tergantung dari kondisi keuangan dan besar kecilnya kerugian korban kebakaran, untuk sosial lembaga, masyarakat, komunitas adat sampai anak sekolah yang berada di Lampung Barat sudah cukup baik.

Hanya yang sangat disayangkan adalah tingkat kepedulian masyarakat rantau yang berada di luar provinsi Lampung agak masih kurang, apakah karena kurangnya informasi atau kurangnya koordinasi sesama anak rantau yang berasal dari kabupaten Lampung Barat?

Untuk penanganan musibah kebakaran di Kabupaten Lampung Barat sepertinya masih perlu ditingkatkan mulai dari percepatan penanganan, sarana dan prasarana, sosialisasi dan personil penanganan musibah kebakaran. Malah yang lebih fatal lagi adalah tingkat keterampilan petugas pemadam kebakaran yang masih perlu ditingkatkan, karena masih ada korban yang malah dari pihak petugas maupun masyarakat yang ikut membantu memadamkan kebakaran.

Akibat kebakaran selain kerugian harta benda juga akan menimbulkan rasa trauma bagi korban, yang berarti perlu juga pendampingan bagi korban untuk memulihkan kepercayaan diri maupun rasa traumanya.

Penulis juga mengkritisi dari pihak tenaga kesehatan yang hanya berfokus di pemulihan secara fisik. Dari segi ketersediaan air juga masih perlu ditingkatkan dengan membuat kantong-kantong air di daerah pemukiman masyarakat, dan pemanfaatan PDAM.

Juga untuk tingkat partisipasi masyarakat masih perlu ditingkatkan, dengan melakukan pelatihan pemadaman kebakaran secara mandiri, sosialisasi cara penanggulangan penyebap kebakaran, penggunaan kabel listrik yang SNI dan juga penyediaan alat pemadam kebakaran seperti (APPAR), alkon (alat penyedot dan penyemprot air menggunakan mesin).

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses