
Lampung Barat, Medianasional.id- Meski sudah memasuki musim kemarau namun sebagian wilayah indonesia masih terjadi hujan dengan intensitas yang cukup tinggi, alhasil bencana banjir dan tanah longsor tak bisa dihindari, kondisi ini diperparah dengan buruknya dan tidak matangnya perencanaan pembuatan drainase yang ada, seperti banjir yang terjadi di Pekon (Desa), Pekon Balak Kecamatan Batubrak Kabupaten Lampung Barat, Senin (09/08/2021).
Kondisi seperti ini terjadi semenjak adanya pembangunan drainase di sepanjang jalan provinsi yaitu dari Pekon Kembahang sampai Pekon Kegeringan.
Seperti yang dituturkan warga Pekon Balak Indra (46), menjelaskan, selama ini banjir tidak pernah terjadi di sini (pekon balak), namun semenjak dibangunnya drainase yang ada di Pekon Kegeringan banjir di wilayah kerap terjadi.
“Banjir di Pekon balak ini baru pertama terjadi, banjir disebabkan drainase yang baru dibangun itu, terputus tepat di perbatasan pekon, yang sangat mengkhawatirkan kami di belakang rumah ini kan tebing, seandainya kondisi ini tidak cepat di atasi, setelah kami merasakan banjir, kami mengalami longsor dan separuh dari pekon ini akan terjun bebas ke jurang sana,” jelasnya.
Lebih lanjut Indra juga mempertanyakan kelanjutan dari pada pembangunan Drainase yang di gadang-gadang milik Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi itu.
“Melihat kondisi ini, kami berharap pemerintah, dan dinas instansi terkait segera menagani banjir yang kerap terjadi di pekon balak ini, karena kalau dibiarkan maka kondisinya semakin parah, apalagi drainase ini masih terputus dan pembangunnya belum di lanjutkan,” ujarnya.
Keluh kesah sebagian masyarakat Pekon Balak selama ini sampai juga di telinga Pimpinan Redaksi Media Nasional, yang juga putra asli Lampung Barat, Amsir Sapernong S.H.
Amsir mengatakan bahwa aliran air dari tiga Pekon yaitu, Pekon Kegeringan, Pekon Pekon Balak, dan Pekon Canggu, tidak bisa dibuang ke salah satu pekon, kesepakatan tersebut jelas karena disepakati oleh Kepala Desa (Peratin), ketiga pekon tersebut.
“Saya sangat perihatin atas banjir yang terjadi belakangan ini di Pekon Balak, terlebih banjir terjadi semenjak dibangunnya Drainase di Pekon Kegeringan beberapa waktu lalu, apalagi Drainase yang dibangun masih terputus di perbatasan antara Pekon Kegeringan dan Pekon Balak, ya jelaslah air ke Pekon Balak semua. Dulu masalah air dari tiga pekon ini pengaturannya jelas bahwa, untuk air dari Pekon Kegeringan dibuangnya di pekon kegeringan saja, tidak boleh dibuang ke pekon balak, begitu juga air dari pekon balak tidak boleh di alirkan atau dibuang ke canggu, begitu seterusnya, dan kesepakatan itu dilakukan oleh Peratin, pada masa itu yaitu Madjubai dari Pekon (Kegeringan), Kasmir (Pekon Balak), dan Sapi’i (Canggu),” jelasnya.
Lebih lanjut Amsir berharap agar pemerintah bisa lebih jeli lagi dalam membaca permasalahan yang ada, karena kalau masalah seperti ini dibiarkan akan berdampak serius pada lungkungan dan sosial masyarakat.
“Saya berharap keluhan warga pekon balak atau warga mana saja, didengar oleh pihak yang berwewenang, karena masalah seperti ini tidak bisa dibiarkan berlarut- larut, cepat lah bertindak, kasih solusi agar masyarakat merasa di perhatikan, apalagi di masa pandemi seperti saat ini, beban hidup masyarakat lagi susah, jangan lagi di tambah susah,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat (PU/PR) Kab, Lampung Barat, IR.Sudarto M.MM, melalui Sekretaris Mia Miranda, ST. Selasa (10/08/2021), menjelaskan bahwa Drainase tersebut masuk ke jalan Nasoional, terkait dengan itu Dinas PU/PR Kabupaten hanya berkordinasi ke Pihak Balai Lampung untuk di teruskan ke Kementerian Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat (PU/PR) melalui Balai Provinsi Lampung, terkait untuk penanganan itu di kembalikan ke kementerian.
“Karena itu status jalannya masuk ke jalan nasional, berarti kewenangannya ada di Kementerian PU/PR atau Balai Lampung terkait dengan itu kita hanya bisa berkordinasi, dan untuk penangannya tetap ke Kementerian,” jelasnya.
Disinggung masalah banjir dan bencana longsor yang mungkin saja terjadi dan kelanjutan daripada pembangunan Drainase tersebut Mia mengatakan akan ke lapangan.
“Kami akan coba ke lapangan hasilnya akan kami komunikasikan dengan pihak terkait, karena mereka kan yang menanganin masa kita yang dandanin, apakah mereka punya rencana-rencana lagi. Kita kan nggak tahu belum ada komunikasi, tapi kalau menurut saya mereka juga keteteran dengan Refocusing bisa jadi,” pungkasnya.
(Agus irawan)






