Pekalongan Utara Bersiap Sambut Destinasi Baru

Pekalongan710 Dilihat

KOTA PEKALONGAN, medianasional.Id.
Kawasan pesisir Kelurahan Degayu kini punya wajah baru. Area yang dulunya berupa lahan kosong, sekarang diubah menjadi pusat wisata alam bernama Edu Ekowisata Degayu. Proyek yang digarap di Kecamatan Pekalongan Utara ini sudah hampir rampung dan siap menjadi arena belajar sekaligus rekreasi bagi masyarakat.

Saat ditemui di lokasi pembangunan pada Selasa (8/9/2026), Lurah Degayu, Ahmad Iffan, menyampaikan bahwa proses pembangunan fisik destinasi ini sudah menyentuh angka 99 persen. Pihaknya kini tengah menyelesaikan tahap sentuhan akhir (finishing).

Proyek yang didanai melalui kemitraan ini diharapkan bisa menjadi ruang baru bagi warga untuk mandiri.“Harapannya ada pemberdayaan masyarakat di sektor pariwisata. Pengelolaannya nanti kami harapkan dilakukan oleh warga Kelurahan Degayu melalui Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata),” ujar Iffan.

Iffan menambahkan, tempat ini menjadi bagian dari upaya mengangkat potensi wilayah pesisir. Salah satu bukti nyata yang bisa dilihat adalah pulihnya sektor pertanian setempat.

Sekitar 24 hektare lahan persawahan di Degayu yang sempat mati akibat terendam air laut (rob) selama hampir satu dekade, kini sudah kembali produktif sejak tahun 2024 berkat adanya pembangunan tanggul.

“Konsepnya edukasi. Masyarakat bisa melihat bahwa di Degayu banyak potensi yang bisa dikembangkan,” jelas Iffan.

Sementara itu, Sekretaris Kelurahan Degayu, Indayah Dewi Tunggal, merinci sejumlah paket wisata edukatif yang akan ditawarkan kepada para pelancong. Pengunjung nantinya bisa ikut menanam pohon bakau (mangrove), menyusur sungai dengan perahu yang didampingi pemandu, hingga belajar tentang konsep silvofishery (hutan bakau kombinasi tambak), memancing, serta budidaya ikan.

Kawasan ini juga menjadi wadah pamer produk lokal.

Indayah menjelaskan bahwa warga setempat berhasil mengolah buah mangrove jenis kapidada yang tumbuh subur di sana menjadi minuman segar.“Di sini kami membuat sirup mangrove sendiri dari buah mangrove jenis kapidada. Ini menjadi salah satu potensi yang bisa dipelajari sekaligus menjadi produk yang dapat dibeli pengunjung,” terang Indayah.

Selain sirup unik tersebut, Indayah menjabarkan bahwa wisatawan juga bisa memanjakan lidah dengan berbagai kuliner khas buatan warga, seperti bebek rica-rica, sambal bandeng, dan telur asin yang menjadi roda penggerak ekonomi mandiri di Degayu.

Seluruh pembangunan fisik yang disokong oleh Kemitraan Indonesia ini ditargetkan rampung pada pertengahan September 2026. Selanjutnya, proses serah terima kepada Pemerintah Kota Pekalongan melalui dinas terkait akan dijadwalkan pada Oktober 2026.

Setelah resmi diserahkan, Pokdarwis akan memegang kendali penuh pengelolaan dengan pembinaan langsung dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

“Dengan konsep tersebut, Edu Ekowisata Degayu diharapkan tidak sekadar menjadi destinasi baru, tetapi juga menjadi ruang belajar, pelestarian lingkungan, sekaligus wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi berbasis kearifan lokal,” pungkas Indayah.

Posting Terkait

ADVERTISEMENT
Konten berikut adalah iklan platform MGID, medianasional.id tidak terkait dengan isi konten.

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses