Batang, medianasional.id Para pelaku usaha melihat Kabupaten Batang sangat menjanjikan terbukti nilai investasi di Kabupaten Batang hingga mencapai Rp 10 Triliun. Ini sangat menggembirakan sekali, dengan meraih urutan nomor dua dari 35 Kabupaten /Kota yang ada di provinsi Jawa Tengah.
Orang nomor nomor satu di Kabupaten Batang saat bertemu dengan pengusaha di Hotel Sendang Sari Batang mengatakan, Saya meyakini untuk 5 tahun kedepan Kabupaten Batang peningkatan ekonominya akan sangat luar biasa, iklim investasi sangat nyaman dan kondusif, hanya saja masih menunggu Pengesahan Perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah /RTRW. Rabu ( 26/6/2019).
Para investor banyak yang tertarik dengan menamkan modalnya di Batang, Kabupaten Batang memiliki sumber energi listrik (PLTU), sumber air, tanah dan tenaga kerja yang tentunya menjadi kekuatan menarik para investor. Di dukung pula dengan akses infrastruktut pelabuhan niaga, stasiun kereta api, jalan nasional maupun jalan tol yang mendukung Kesemuanya.
“Di wilayah Pantura Jawa Tengah, Kabupaten Batang menjadi alternatif tempat industri baru setelah Kota Semarang dan Kendal, Kita pun sudah siapkan empat usulan kawasan industri dalam perubahan Perda RTRW,” Jelas Bupati Batang Wihaji.
Dalam regulasi perijinan untuk lebih transparan dan akuntabel, Pemkab memanjakan investor dengan memanfaatkan kemajuan Informasi Teknologi ( IT) cukup membuka aplikasi Batang Spatial System tentang tata ruang berbasis web dan android.
“Ini untuk peningkatan kulitas pelayanan publik tentang tata ruang bagi investor, dengan aplikasi ini masyarakat bisa mengurus segala perijinan investasi tentang tata ruang yang dalam hitungan hari sudah bisa selesai,” bebernya.
Di hadapan pengusaha Wihaji meminta ada sinergitas antara investor dan pengusaha untuk ikut menata kota Batang, setidaknya menyisihkan CSR untuk pembuatan taman kota, jambanisasi, bantuan pembangunan RTLH, Beasiswa, dan ikut menciptakan wirausaha baru serta mendukung destinasi wisata yang ada di wilayah Kabupaten Batang.
“Bukan kami menekan CSR perusahaan, tapi mengarahkan agar ada sinergitas Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Batang,” tegas Bupati Wihaji.
Dalam kesempatan tersebut Wihaji siap berkomunikasi dengan investor dan pengusaha untuk kemajuan Kabupaten Batang, karena kami harapkan ada keterlibatan dunia usaha dalam pembangunan di Kabupaten Batang ini.
Sementara Ketua Forum Corporate Social Responsibility (CSR ) Yulianto, SH mengatakan, kegiatan selain mempererat tali silaturahmi antar anggota forum agar saling kenal saling tukar-menukar informasi.
Yulianto, SH Direktur PDAM Batang dalam kesempatan itu mengatakan, Silaturahmi ini menjadi media pembangunan model penerapan CSR di Kabupaten Batang dan media pembelajaran bagi seluruh anggota forum serta meningkatkan motivasi perusahaan untuk terus melakukan inovasi yang mengacu pada formulasi strategi bisnis,” kaya Yulianto, SH yang juga Direktur PDAM Batang.
Dalam kesempatan tersebut diserahkan CSR dari Bank BRI cabang Batang sebesar Rp 97 juta untuk Sarana Prasna Hutan Kota, dan CSR Bank Jateng Rp 50 juta, bantuan tersebut diserahkan oleh Pimpinan Bank kepada Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Uni Kuslantasih Wihaji.
Reporter : Puji_L






