Papua Tuan Rumah Hari Doa Nasional 2025, Kobarkan Api Doa dari Timur untuk Bangsa-Bangsa

Jakarta351 Dilihat

Jakarta, Medianasional.id – Papua kembali dipercaya menjadi tuan rumah Hari Doa Nasional (HDN) 2025. Perhelatan rohani berskala internasional ini akan digelar pada 1–5 Juli 2025, dengan puncak acara di lapangan terbuka Sentani, Papua, pada 5 Juli.

Kabar ini disampaikan dalam konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (21/4). Sejumlah tokoh penting dari Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI) hadir, termasuk Ketua Umum PGI Pdt. Jacky Manuputty, Ketua Umum PGLII Pdt. Tommy Lengkong, dan Pendiri House of Prayer for All Nations Pdt. Lipiyus Biniluk.

Mengangkat tema “Ignite the Fire, From Papua to the Nations”, HDN 2025 diharapkan menjadi momentum kebangkitan rohani dari Timur Indonesia untuk seluruh dunia.

“Papua akan menjadi mercusuar doa dan penginjilan. Ini bukan hanya seremoni, tapi gerakan spiritual nasional yang inklusif,” ujar Pdt. Dr. Ronny Mandang.

Acara ini akan menghadirkan pembicara internasional seperti Rick Warren, Rick Riding (Yerusalem), Michael Joe (Korea), Tom Victor (2 Billion Children Movement), dan Charlie Rood (India). Rangkaian kegiatan dimulai Mei dengan penyusunan program, lalu sosialisasi besar-besaran pada Juni, dan puncak acara di Juli.

Ketua Panitia, Deinas Geley, menyebut pihaknya tengah mengusulkan agar 5 Juli ditetapkan sebagai Hari Doa Nasional resmi. “Papua akan menjadi titik kumpul para pemimpin dunia untuk berdoa bagi Indonesia,” katanya.

Pdt. Lipiyus menegaskan, acara ini juga menjadi wadah menyuarakan keadilan bagi Papua. “Karena banyaknya kepentingan di tanah ini, gereja harus berdiri bersama rakyat dan membawa pengharapan,” ucapnya.

Para tokoh gereja lainnya turut menyuarakan dukungan. Pdt. Jacky Manuputty mengajak gereja hadir di tengah krisis, sementara Pdt. Tommy Lengkong menegaskan pentingnya menjangkau sampai ke desa-desa.

Pdt. Ronny menutup konferensi pers dengan ajakan kuat: “Di tengah dunia yang tak baik-baik saja, gereja Indonesia terpanggil untuk bersatu, berdoa, dan menyuarakan kasih Tuhan. Dari Papua, untuk Indonesia dan bangsa-bangsa.”

 

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses