Operasi Patuh Progo 2026 Pekan Pertama, Kecelakaan Turun 23 Persen, Tilang Berkurang 81 Persen

DI.Yogyakarta71 Dilihat

YOGYAKARTA, medianasional.id – Pelaksanaan Operasi Patuh Progo 2026 pekan pertama menunjukkan hasil positif. Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) mencatat penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 23 persen dibandingkan satu minggu sebelum operasi berlangsung.

Operasi yang digelar sejak 26 Oktober hingga 1 November 2026 tersebut juga berhasil menekan tingkat kerugian materiil akibat kecelakaan lalu lintas hingga lebih dari separuhnya.

Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol. Ihsan, S.I.K., mengatakan hasil Analisis dan Evaluasi (Anev) pekan pertama menunjukkan adanya perbaikan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polda DIY.

Meski demikian, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025, jumlah kecelakaan lalu lintas justru mengalami kenaikan. Pada minggu pertama Operasi Patuh Progo 2025 tercatat 128 kejadian, sedangkan pada 2026 meningkat menjadi 170 kejadian.

Kendati angka kecelakaan mengalami kenaikan secara tahunan, total kerugian materiil pada periode 2026 tercatat lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Di bidang penegakan hukum, Polda DIY juga mengedepankan pendekatan edukatif dan humanis. Hal ini terlihat dari penurunan jumlah penindakan berupa tilang hingga 81 persen, dari 5.865 pelanggar pada 2025 menjadi 1.127 pelanggar pada minggu pertama 2026.

Sebaliknya, pemberian teguran edukatif mengalami peningkatan dari 5.254 menjadi 5.284 teguran. Secara keseluruhan, terdapat 6.411 tindakan penegakan hukum selama pekan pertama Operasi Patuh Progo 2026.

Selain penindakan, jajaran Ditlantas Polda DIY bersama Polres/Ta juga meningkatkan kegiatan preemtif dan preventif untuk membangun kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

Kegiatan preemtif meningkat 7 persen, dari 6.506 menjadi 6.959 kegiatan. Upaya tersebut meliputi penyuluhan melalui media cetak, elektronik, media sosial, serta sambang ke lokasi yang berpotensi menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Petugas juga menyebarkan 4.192 sarana imbauan berupa spanduk, leaflet, stiker, dan baliho sebagai pengingat kepada masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas.

Sementara itu, kegiatan preventif meningkat 12 persen menjadi 15.944 kegiatan. Salah satu upaya yang menonjol adalah peningkatan patroli jalan raya sebanyak 5.564 kegiatan atau naik 44 persen, disertai kegiatan pengawalan dan pengaturan lalu lintas.

Seluruh rangkaian operasi turut didukung fungsi kehumasan, kedokteran dan kesehatan (Dokkes), teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta Propam guna memastikan pelaksanaan tugas berjalan lancar dan akuntabel.

Menutup keterangannya, Kombes Pol. Ihsan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan Operasi Patuh Progo 2026 dengan mematuhi peraturan lalu lintas.

Ia mengimbau seluruh pengguna jalan agar terus meningkatkan disiplin dan kesadaran dalam berkendara. Menurutnya, keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata-mata karena adanya petugas maupun operasi kepolisian.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah DIY dapat terus ditekan. (Red).

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses