
Kajen -medianasional.id
Pesta demokrasi pilkades serentak kabupaten Pekalongan pada tanggal 13 Nopember sudah akan segera di mulai, penetepan gambar dan nomor dari masing – masing calon kades telah di laksanakan pada tanggal 9 Oktober, dari 210 desa dari yang ikut serta diantaranya desa Dororejo, kec. Doro, kabupaten Pekalongan.
Tepatnya pada tanggal 9 Oktober telah diloloskan secara administrasi dan telah ditetapkan 3 peserta calon kades, gambar dan nomor urut masing – masing calon diantaranya, nomor urut 1 Alimin Slamet, 2 Bambang Kustiyanto, 3. Khunen Tauchid
(Senin, 14 /10 /19).
Disampaikan oleh salah satu calon kepala desa Dororejo Bambang Kustianto (39) tahun menuturkan yang menjadi motivasi mencalonkan diri sebagai kepala desa tidak terlepas dari dorongan masyarakat yang mengharapkan perubahan menuju perbaikan dan juga rasa ingin mengabdi kepada masyarakat Dororejo seutuhnya,”kata Bambang disela -sela memberikan keterangan kepada awak media di kediamannya.
Dengan paradigma saat ini banyak bantuan dana dari pemerintah, pusat, propinsi dan kabupaten yang tidak tepat pada sasaran pembangunannya, sehingga masyarakat sangat menyayangkan adanya dana desa namun peruntukannya tidak mengenai pada prioritas kebutuhan mendasar, yang seharusnya peruntukan dana desa harus pula dilihat dari letak geografis. sebagai contoh doro kulon potensi apa, kita akan membuat kebijakan dengan kebersamaan perangkat desa sesuai dengan kebutuhan dan sasaran dan juga berlaku di masing – masing pedukuhan yang ada di desa Dororejo,” ucap Bambang disaat memberikan keterangan kepada awak media.
Dengan visi dan misi menjadikan desa Dororejo aman, kondusif, bermoral dan berbudaya dan agamis. Dengan diawali pembinaan dari RT, RW LPMD, BPD dan perangkat desa lainnya dengan senantiasa mengadakan pertemuan 2 bulan sekali untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik dan transparan,”tutur Bambang Kustiyanto
Saat ini lanjutnya bahwa desa Dororejo kebutuhan yang mendasar adalah bangunan irigasi. Yang sekarang ada, bangunan bendungan tapak menjangan lewat tawang dalam kondisi kemarau seperti ini menjadi rebutan warga sehingga tidak akan mencukupi untuk kebutuhan pengairan pertanian masyarakat desa Dororejo. Dan harusnya kita mengambil yang dari siliwong, kami juga sudah menyampaikan kepada pemerintah desa, PSDA tapi sampai sekarang belum terealisasi,”tutur Bambang.
Lanjutnya, manakalah dana terkait pembangunan irigasi dirasa tidak besar, maka kalau ada rejeki akan saya tanggung pribadi. Karena ini buat masyarakat Dororejo,”terang Bambang Kustiyanto.
Ditambahkan, ia maju di perhelatan pilkades Dororejo sebelumnya tahun 2005 kerja di PKBM (Pengelola Kegiatan Belajar Masyarakat) dengan nama merpati. Karena dirasa dana intensifnya satu tahun sekali, saya akhirnya mengundurkan diri. Saya bekerja di PKBM kurang lebih 8 bulan dan kantornya juga di Wiradesa kala itu. Selang itu tahun 2005 – 2016 tepatnya bulan 7 saya masuk kerja di di SMA Negeri 1 Doro menjadi staf administrasi dan juga saya jualan kayu sengon walaupun kecil namun lumayan untuk menambah penghasilan,” jelas Alumni SMA Negeri 1 Doro lulusan tahun 2001.
Terkait untuk mewujudkan kondusifitas desa saya menekankan kepada simpatik maupun pendukung saya ,agar saling menghargai, jangan sampai mencela lawan maupun pendukungnya. Karena ini bagian proses dermokrasi jadi membutuhkan kedewasaan berpikir, dan kelegowoan menerima hasil baik menang maupun kalah,”pungkasnya.
Manakala Allah SWT memberikan amanah kepada saya, maka saya akan melakukan peningkatan pemberdayaan sumber daya manusia (sdm) dan juga membuat BUMDes agar dapat berjalan secara maksimal. Walaupun saat ini BUMDes infrastruktur pendukungnya belum ada, Ini yang harus segera kita adakan,” tegas Bambang Kustiyanto.
BUMDes akan kami perankan untuk membangun pembinaan UMKM dan kita juga akan mengkader generasi muda yang potensial, tapi belum memiliki ketrampilan. Sebagai contoh misalkan warga yang mau usaha ternak, kami akan jalin kerjasama dengan dinas peternakan, dan melalui kepala dinas kita akan minta pengarahan tata cara pemeliharaan serta pemasarannya (pembuangannya),”tegas Bambang Kustiyanto (Sofyan Ari).



