Mediasi Sopir Truk dan Aparat di Paguyangan Berjalan Kondusif, Tuntutan ODOL Akan Diteruskan ke Pusat

Brebes, Jawa Tengah373 Dilihat

Brebes, medianasional.id | Mediasi antara puluhan sopir truk roda empat dengan unsur pemerintah dan aparat keamanan berlangsung kondusif di Dukuh Banjar Anyar, Desa Taraban, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, pada Sabtu (21/6/2025). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari aksi protes yang digelar sebelumnya di ruas jalan menuju obyek wisata Kali Gua, Desa Wanatirta, Jumat (20/6/2025).

Dalam mediasi ini, para sopir yang tergabung dalam Paguyuban Supir Gunung Slamet (PSGS) menyuarakan penolakan terhadap kebijakan Over Dimensi dan Over Load (ODOL). Mereka meminta pemerintah pusat untuk segera turun tangan meninjau ulang penerapan aturan tersebut yang dinilai tidak berpihak kepada para pekerja angkutan barang.

Perwakilan PSGS, Teguh, mengungkapkan keresahan para sopir yang merasa terjepit oleh kebijakan tersebut. “Kami ingin aturan ini dikaji ulang. Jangan sampai peraturan dibuat tanpa melihat realita di lapangan. Kalau muatan harus sesuai aturan, kami para sopir bisa tekor. Gimana bisa sejahtera?” ujarnya.

Teguh juga menyoroti ketidakseragaman penindakan ODOL antar daerah. “Di Brebes aman, tapi masuk Jawa Barat, khususnya Bekasi, kami dikejar-kejar. Ini negara satu, peraturannya kok beda-beda,” tambahnya. Ia juga menyampaikan harapan agar dalam proses uji KIR, sopir tidak lagi diminta mencopot terpal truk, karena dianggap merepotkan dan tidak efisien.

Menanggapi aspirasi tersebut, pihak kepolisian menyatakan mendukung perjuangan para sopir selama aturan ODOL belum resmi diberlakukan secara nasional. “Kami jamin tidak ada penindakan ODOL di Brebes. Tapi kalau wilayah lain, kami hanya bisa mengusulkan,” ujar salah satu pejabat dari Polres Brebes.

Selain ODOL, aparat juga menyatakan komitmennya untuk memberantas aksi premanisme dan pungutan liar yang sering terjadi di jalan, dan selama ini menjadi keluhan para sopir.

Mediasi yang berlangsung dari pukul 11.00 hingga 13.30 WIB ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Kabag OPS Polres Brebes Kompol Suraedi, Kasat Lantas Polres Brebes AKP Rahandy Gusti Pradana, S.I.K., M.M., Kasat Intelkam Polres Brebes AKP Suhermanto, S.H., Camat Paguyangan yang diwakili oleh Seger, Kapolsek Paguyangan AKP Tasudin, S.H., M.H., Kapolsek Bumiayu AKP Kasam, S.H., Danramil 11/Paguyangan yang diwakili Serda Yudi, aktivis Brebes Selatan Rohmat, serta perwakilan dari PSGS.

Hasil dari mediasi ini akan dirangkum dan diteruskan ke pemerintah pusat sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan yang lebih berpihak kepada para sopir.

“Kami minta tuntutan ini benar-benar dikawal. Jangan cuma janji,” tegas Teguh di akhir pertemuan.

Hingga saat ini, para sopir truk di wilayah Brebes masih menanti kejelasan dari pemerintah pusat mengenai keberlanjutan kebijakan ODOL yang dinilai memberatkan dan mengancam penghidupan mereka.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses