Ambon, medianasional.id – Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Se-Indonesia (APEKSI) Pusat, Bima Arya Sugiarto, berharap bahwa, apa yang telah dibicarakan dan didiskusikan dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) VI APEKSI dapat disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang akan diselenggarakan di Makassar. Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan pada Rakerwil VI APEKSI yang diadakan di Papua, Rabu(21/6/23).
Bima Arya Sugiarto mengungkapkan bahwa, hasil Rakerwil ini harus menyuarakan suara-suara kritis terkait tenaga honorer, dana bagi hasil (DBH), dan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) 33 tahun 2020. APEKSI memiliki fokus dalam memperjuangkan dan melakukan advokasi dengan membangun sinergi dan kolaborasi.
Bima Arya Sugiarto menginginkan agar, tidak hanya kota-kota di Jawa yang maju, melainkan juga kota-kota di luar Jawa dan Sumatera yang berkembang pesat. Dia berharap, agar seluruh kota dapat maju, berkembang, dan bersih sehingga masa depan Indonesia akan membawa kesejahteraan, terutama di wilayah Indonesia timur.
” Pada Rakerwil VI APEKSI, terdapat beberapa agenda pokok yang akan dibahas bersama. Hal ini menjadi persiapan untuk program kerja yang akan disampaikan pada Rakernas APEKSI di Makassar. Dalam Rakerwil ini, juga diajukan lima rekomendasi yang akan dibahas pada Rakornas, di antaranya adalah pembagian dana bagi hasil (DBH), penyelesaian masalah tenaga honorer, dana kelurahan, tinjauan ulang terhadap Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) 33 tahun 2020 tentang Standar Harga Satuan Regional, dan pembentukan daerah otonom baru (DOB) kabupaten/kota di Papua. Rakerwil VI APEKSI dihadiri oleh berbagai perwakilan dari pemerintah kota, termasuk Pj. Wali Kota Ambon, Drs.Bodewin M. Wattimena, M.Si.,beserta sejumlah pejabat lainnya. Kehadiran mereka dalam acara ini menunjukkan komitmen untuk berkontribusi dalam pembahasan isu-isu penting yang terkait dengan pemerintahan kota di tingkat nasional,” tutup Sugiarto.






