Kesenian Jaranan Senterewe, Resmi Menjadi Warisan Budaya Kabupaten Tulungagung

Tulungagung1175 Dilihat

Tulungagung, Medianasional.id – Kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Tulungagung, dimana seni budaya reog kendang dan jaranan senterewe sudah menjadi hak penuh warisan milik kabupaten Tulungagung.Dimana Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) reog kendang dan jaranan senterewe sudah di tetapkan oleh kementerian Kebudayaan Republik Indonesia,dengan nomer pencatatan 352025000253 tanggal pencatatan 30 Juni 2025.

Pengakuan ini memperkuat posisi Jaranan Senterewe sebagai aset cagar budaya daerah yang harus terus dilestarikan. ​Warisan Jaranan Senterewe Kabupaten Tulungagung telah diakui Nasional.

Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E dalam acara pesona budaya yang di selenggarakan oleh Dinas Budaya dan Pariwisata Tulungagung di titik 0 Kilometer alon-alon menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas penetapan ini.

“Dalam rangka ulang tahun Kabupaten Tulungagung ke-820 kita mendapat anugrah yang sangat istimewa yakni kesenian Jaranan Senterewe mendapat pengakuan oleh Kementrian Kebudayaan Republik Indonesia sebagai khasanah Warisan Budaya Tak Benda (WBTB)” ucap Gatut Sunu, dalam acara Pesona Budaya 2025 bertempat di titik 0 kilometer Alun-alun Tulungagung, Sabtu (15/11/2025).

“Dengan pengakuan Jaranan Senterewe sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), ini menjadi bukti nyata akan nilai historis, filosofis dari kesenian jaranan tersebut,” ujarnya.

Lanjutnya, hal ini menunjukkan bahwa Jaranan Senterewe bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari aspek kepercayaan dan tradisi luhur warga masyarakat Kabupaten Tulungagung.

​Pelestarian dan Pemberdayaan Komunitas, ​Pemerintah Kabupaten Tulungagung berkomitmen untuk menjadikan status WBTB ini sebagai momentum untuk menggalakkan upaya pelestarian.

“​Tugas kita bersama setelah Jaranan Senterewe di tetapkan sebagai WBTB, kita harus memberikan dukungan penuh untuk melestarikan, mendokumentasikan, dan mempromosikannya agar kesenian Jaranan Senterewe ini tidak punah di tengah jalan,” tegasnya.

“​Penetapan dua varian Jaranan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda Tulungagung, untuk bangga dan aktif menjaga warisan budaya leluhur kita dengan baik”, ungkapnya.

“Saya mengajak seluruh generasi muda untuk mencintai, mempelajari dan turut serta melestarikan budaya daerahnya, karena budaya yang kuat adalah pondasi bagi bangsa yang bermartabat,” harapannya.

​”Mari bersama-sama kita jadikan acara Pesona Budaya Tulungagung 2025 ini sebagai panggung kebanggaan seluruh masyarakat Tulungagung. Acara ini merupakan simbol Identitas dan sebagai janji akan masa depan budaya kita yang semakin gemilang,” pungkasnya

Hadir pada acara tersebut Bupati Tulungagung bersama ibu, Wakil Bupati H. Ahmad Baharudin, S.M, Ketua DPRD Marsono, S.Sos sarimbit, jajaran Forkopimda, Ketua Komisi D bersama anggota, jajaran OPD atau atau jajaran instansi vertikal di lingkup kabupaten Tulungagung dan masyarakat Tulungagung.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses