JAKARTA, medianasional.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia bergerak cepat mengantisipasi dampak buruk kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kian meluas. Sebanyak 1.834 tenaga kesehatan (nakes) diterjunkan ke tujuh provinsi terdampak untuk memberikan pelayanan medis langsung kepada masyarakat.
.
Juru Bicara Kemenkes, Widyawati, menjelaskan bahwa ribuan nakes yang dikerahkan memiliki kualifikasi yang beragam.
.
“Tenaga tersebut terdiri atas dokter, perawat, bidan, apoteker, tenaga kesehatan lingkungan, epidemiolog, hingga sopir ambulans,” ujar Widyawati dalam keterangannya melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Kamis (10/9/2026).
.
Selain personel, Kemenkes juga memperkuat lini fasilitas kesehatan dengan menyiagakan 1.691 puskesmas, 360 rumah sakit rujukan, serta 87 laboratorium kesehatan masyarakat yang difungsikan khusus untuk memantau kualitas udara di wilayah terdampak.
.
Logistik Medis Mulai Didistribusikan
Untuk menunjang penanganan di lapangan, pemerintah telah menyalurkan bantuan logistik kesehatan dalam jumlah besar. Pasokan tersebut meliputi 980.315 masker, 277 oksigen konsentrator, 36 tabung oksigen, 41.000 sarung tangan, 4.908 alat pelindung diri (APD), 120 face shield, 9 unit air purifier, serta 248 paket makanan tambahan.
Untuk menunjang penanganan di lapangan, pemerintah telah menyalurkan bantuan logistik kesehatan dalam jumlah besar. Pasokan tersebut meliputi 980.315 masker, 277 oksigen konsentrator, 36 tabung oksigen, 41.000 sarung tangan, 4.908 alat pelindung diri (APD), 120 face shield, 9 unit air purifier, serta 248 paket makanan tambahan.
.
Kasus ISPA Tembus 113 Ribu, Anak-Anak Paling Rentan
Langkah taktis ini diambil menyusul lonjakan signifikan angka kesakitan akibat paparan asap. Data Kemenkes mencatat total kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) telah mencapai 113.336 kasus di tujuh provinsi, meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan.
Langkah taktis ini diambil menyusul lonjakan signifikan angka kesakitan akibat paparan asap. Data Kemenkes mencatat total kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) telah mencapai 113.336 kasus di tujuh provinsi, meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan.
.
Tren keluhan penyakit ini masih terus merangkak naik. Pada Rabu (9/9/2026) saja, tercatat ada penambahan 4.080 kasus baru dalam sehari.
“Dari jumlah total, sebanyak 26.545 kasus menyerang anak usia balita (0–5 tahun), sementara 86.791 kasus lainnya diderita oleh kelompok usia di atas lima tahun,” urai Widyawati.
.
Dampak Karhutla tidak hanya memicu penyakit infeksi. Kemenkes juga melaporkan adanya korban luka berat dan luka ringan, satu korban jiwa di Kalimantan Barat, serta sedikitnya 45 warga yang terpaksa mengungsi akibat kepungan asap dan api.
.
Widyawati menegaskan, kehadiran Kemenkes di tengah situasi sulit ini diharapkan mampu meminimalisasi risiko fatalitas dan meringankan beban finansial masyarakat yang juga sedang menghadapi tantangan ekonomi global. Pemantauan dan evaluasi terhadap penyakit akibat asap pun dipastikan akan terus berjalan secara berkala.






