Longsor Sumbat Way Tippon, 5 Hektare Sawah Terancam: Warga Desak Pemerintah Turunkan Alat Berat

Lampung Barat892 Dilihat

Lampung Barat. Medianasional.id– Bencana tanah longsor berskala besar melanda kawasan Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat pada Minggu, (13/9/2026).

Material longsoran dengan volume yang sangat masif mencapai panjang kurang lebih 150 meter dengan ketinggian hingga 10 meter—menutup total jalur utama aliran Sungai Way Tippon.Dampak dari sumbatan raksasa ini sangat luas dan meluas ke beberapa wilayah administratif.

Tercatat ada empat pekon (desa) yang terdampak langsung oleh bencana ini, yaitu Pekon Balak, Pekon Kegeringan, Pekon Canggu, dan Pekon Gunung Sugih.

Akibat aliran Sungai Way Tippon yang terputus dan berbelok arah secara ekstrem, air kini mengalir bebas membelah area persawahan warga di wilayah-wilayah tersebut.

Berdasarkan pendataan awal di lapangan, diperkirakan sedikitnya 5 hektar lahan sawah produktif terancam rusak parah dan mengalami gagal panen akibat terendam luapan air bercampur lumpur tebal.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat dari pekon-pekon terdampak masih terus berjibaku di lokasi kejadian.

Dengan menggunakan peralatan seadanya seperti cangkul dan dibantu 1 unit mesin alkon (pompa air) milik pemerintah Pekon Balak, warga bergotong royong mencoba mengikis gundukan tanah.

Fokus utama warga saat ini adalah membuka kembali jalur awal aliran sungai agar dampak kerusakan tidak semakin meluas.Namun, upaya manual ini dirasa sangat berat dan memakan waktu lama.

Keterbatasan alat menjadi kendala utama warga di lapangan dalam menjinakkan material longsor yang begitu tebal.”Menurut perkiraan kami, kalau hanya mengandalkan alkon, bisa 4 hari kerja pun belum tentu air sungai bisa mengalir kembali ke jalur awal,” ungkap salah seorang warga yang berada di lokasi.

Menanggapi situasi darurat ini, Peratin Pekon Kegeringan, Sofyan Hadi, meminta dengan sangat kepada pemerintah daerah untuk segera turun tangan menurunkan armada yang memadai.”Kondisinya sudah sangat mendesak. Kami meminta BPBD Kabupaten Lampung Barat dan dinas terkait untuk segera menurunkan alat berat ke lokasi longsor.

Aliran sungai harus segera dikembalikan ke jalur semula. Jika tidak segera dievakuasi menggunakan ekskavator, kerusakan lahan sawah produktif di Pekon Balak, Kegeringan, Canggu, dan Gunung Sugih akan semakin meluas dan memicu kerugian ekonomi yang fatal bagi petani,” tegas Sofyan Hadi.

Masyarakat dan aparat pekon setempat sangat berharap bantuan armada alat berat dari Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dapat segera tiba di lokasi hari ini demi menyelamatkan sisa lahan pertanian dan mengantisipasi potensi bahaya bendungan alam yang sewaktu-waktu bisa jebol.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses