
Ternate, medianasional.id– Himpunan Mahasiswa Obi (HMO) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PT. Harita Grup. Senin (19/11/2018) pagi tadi, dengan tema investor di pulau Obi (PT. Harita Grup dan PT. Wanatiara Persada) antara harapan dan bencana.
Massa aksi yang berjumlah kurang lebih seratus orang tersebut memulai rute aksi di depan kampus stikip kieraha ternate kemudian menuju Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, dilanjutkan ke kantor DIItkrimsus Polda Malut dan berakhir di depan kantor PT. Harita Grup.
Aksi tersebut dilaksanakan karena kepedulian Mahasiswa pulau obi tehadap masyarakat, merasa dengan kehadiran dua investor tersebut di pulau obi pada khususnya di desa kawasi telah melahirkan problem kemanusiaan yang diantaranya, telah terjadi penggusuran lahan warga, penyaluran bantuan social yang tidak jelas, serta memasukkan tenaga kerja asing dan mengabaikan tenaga kerja local.
Berdasarkan amatan medianasional.id selain melakukan unjuk rasa, massa aksi juga melakukan pembakaran ban sebagai bentuk protes yang mengakibatkan terjadinya saling dorong antara pihak PT. Harita Grub bersama aparat kepolisian yang memaksa massa aksi untuk menghentikkan unjuk rasa.
Sementara, koordinator lapangan Himpunan Mahasiswa Obi (HMO) Fiklan la kuruhu kepada medianasional.id menyampaikan bahwa aksi ini adalah dalam bentuk protes dari problem yang terjadi, dimana penggusuran lahan warga terdiri dari 19 KK dan hanya 4 yang baru di berikan ganti rugi dan sisanya 15 KK tidak dibayar oleh PT. Harita Grup.
Lanjutnya, terkait dengan tidak direalisasikan dana Corporat Social Responsibility (CSR) dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2018 yang dijanjikan oleh PT. Harita Grub untuk dihadirkan berupa barang tapi sampai saat ini tidak dibuktikan. Permasalahan selanjutnya adalah tentang tenaga kerja asing (TKA) yang kemudian di hadirkan menyebabkan tersisihnya tenaga kerja local karena perusahaan lebih cenderung mempekerjakan (TKA), maka dari itu kami menuntut kepada PT. Harita Grup agar tidak melanjutkan persoalan terkait dengan tenaga kerja asing dan kemudian menjelaskan persoalan mengenai anggaran (CSR) serta segera selesaikan problem penggusuran lahan warga.
Fiklan juga menambahkan mengenai aksi unjuk rasa yang dianggap adanya bentuk represivitas dari pihak PT. Harita Grup dalam bentuk anarkis. Jika tuntutan kami tidak terselealisasi maka kami akan melakukan konsolidasi besar-besaran mahasiswa obi dan melibatkan organ gerakan lainya untuk kembali turun menggelar unjuk rasa yang kemudian akan dilanjutkan di lahan adanya perusahaan beroperasi.
Reporter : Fajri
Editor : Safrin
