
Purwokerto, Medianasional.id – Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Banyumas prihatin akan nasib perempuan akibat pandemi virus corona. Mereka melihat, perempuan dan anak-anak paling merasakan dampak dari situasi terburuk pada saat pandemi. Oleh karena itu agar mereka tetap berdaya di tengah pandemi, dibentuklah jaring pengaman ekonomi Kelompok Perempuan Rentan.
Lauching dilakukan oleh Kepala DPPKBP3A Suyanto di Balai Kelurahan Mersi Kecamatan Purwokerto Timur Senin (14/06/2021). Launching pembentukan tiga kelompok ini masih percontohan dan baru dilaksanakan di dua desa di dua kecamatan yaitu Desa Binangun Kecamatan Banyumas dan Keluarahan Mersi Kecamatan Purwokerto Timur.
Kegiatan dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Banyumas Atik Lutfiah dari Komisi IV, Dr. Esti Ningrum, S.H., M.Hum dari Gender Champion Kabupaten Banyumas dan undangan lainya.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan pada DPPKBP3A Flamboyan Interina mengatakan sasaran program ini adalah pemberdayaan perempuan dalam bidang ekonomi, dengan kelompok yang teridentifikasi perempuan miskin, perempuan kepala keluarga, penyandang disabilitas, korban kekerasan, perempuan purna pekerja migran Indonesia dan perenpuan dangan odha.
Pada pelatihan ini menghadirkan narasumber Dr. Esti Ningrum, S.H., M.Hum untuk motivasi dan Nur Cahyo Arif Wibowo dari Pegiat Hidroponik Purwokerto untuk budidaya tanam hidroponik.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Banyumas Atik Lutfiyah mengapresiasi kegiatan Lauching Pemberdayan Perempuan rentan mengingat faktanya di Banyumas masih ada perempuan rentan yang perlu dibantu di suport agar tetap berdaya bisa tetap bangkit dan berkarya menjalani kegidupan lebih baik.
Apresiasi juga disampaikan oleh Esti Ningrum dari Pusat Studi Gender (PSG) Universitas Wijaya Kusuma Purwokerto. Ia melihat kegiatan yang dilakukan sangat tepat aplikatif di lapangan yang bisa dilakukan oleh setiap perempuah.





