PURWOKERTO – Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti mendorong penguatan konsolidasi dan komunikasi di seluruh tingkatan kader Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Banyumas. Langkah ini dinilai krusial guna menjaga keberlanjutan peran organisasi dalam merespons berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
.
Hal tersebut disampaikan Lintarti saat menghadiri acara Konsolidasi dan Penguatan Organisasi Muslimat NU se-Jawa Tengah di Gedung Muslimat NU Purwokerto, Senin (14/9). Agenda ini turut dihadiri oleh jajaran Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU dan Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Jawa Tengah.
.
Lintarti menegaskan bahwa kekuatan Muslimat NU sebagai organisasi besar tidak hanya bertumpu pada struktur kepengurusan, melainkan pada soliditas dan rasa saling percaya antar-kader.
.
“Kalau kadernya solid, komunikasinya baik dan saling percaya, insyaallah organisasi akan semakin kuat dan mampu menjalankan perannya dengan baik,” ujar Lintarti.
.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya efisiensi komunikasi dalam menghadapi tantangan modern yang kian kompleks, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan keluarga, perlindungan perempuan dan anak, hingga ketahanan ekonomi. Jaringan Muslimat NU yang mengakar hingga ke tingkat akar rumput (ranting) dinilai menjadi modal utama dalam menyelesaikan isu-isu tersebut.
.
Melalui forum dialog ini, Lintarti berharap koordinasi antar-struktur mulai dari tingkat cabang, anak cabang, hingga ranting dapat berjalan lebih optimal. Ia juga mengajak seluruh kader untuk mempererat rasa persaudaraan demi kemajuan daerah.
.
“Mayuh pada brayan bareng mbangun Banyumas (Mari bersama-sama membangun Banyumas),” serunya.
.
Di akhir penjelasannya, Lintarti menyatakan bahwa Muslimat NU memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Banyumas. Sinergi yang inklusif antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan diharapkan mampu memperluas cakupan manfaat pembangunan bagi seluruh warga Banyumas.






