PURWOKERTO.medianasional.id – Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani menegaskan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah bukan sekadar isu perbankan, melainkan jalan tol baru untuk mengangkat daya saing UMKM agar bisa menembus pasar yang lebih luas hingga pasar halal global.
Hal itu disampaikan Dimas saat menghadiri Semarak Festival Ekonomi Syariah Eks Karesidenan Banyumas (SELARAS) x Festival Literasi 2026 di Area Parkir Kolam Retensi Purwokerto, Jumat (4/9/2026). Ia hadir bersama Wakil Ketua Dekranasda Purbalingga Denita Dimas Prasetyahani.
“Ekonomi syariah ini bukan hanya soal keuangan syariah. Ada peluang yang besar bagi UMKM, industri kreatif, kuliner halal, fashion, pariwisata, dan berbagai sektor ekonomi lainnya,” kata Dimas.
Menurut Dimas, Purbalingga memiliki modal yang sangat kuat untuk mengambil peluang tersebut. Basis UMKM Purbalingga yang dikenal dengan produk knalpot, bulu mata palsu, keramik, hingga olahan pangan, dinilai sudah memiliki kualitas produk yang mumpuni.
Namun, ia mengingatkan agar pelaku UMKM tidak berhenti pada peningkatan kualitas saja. Tantangan berikutnya adalah memenuhi berbagai persyaratan untuk bisa masuk ke pasar yang lebih luas, terutama pasar halal yang kini menjadi tren global.
Di sinilah pentingnya literasi. Dimas menekankan pengembangan ekonomi syariah harus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi masyarakat dan pelaku usaha.
“Literasi menjadi fondasi. Pelaku UMKM harus mengetahui peluang pasarnya, bagaimana meningkatkan produknya, bagaimana mengakses pembiayaan, termasuk pembiayaan syariah, dan bagaimana produknya bisa masuk ke pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Festival SELARAS x Festival Literasi 2026 sendiri merupakan bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FeSyar) wilayah Jawa yang digelar pada 4–6 September 2026. Kegiatan tahunan Strategic Regional Program (SRP) ini diinisiasi Bank Indonesia.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Aswin Gantina mengatakan, pihaknya akan terus memperkuat sinergi, inovasi, dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Penguatan tersebut diarahkan pada empat pilar utama, yakni penguatan halal value chain, perluasan akses pasar dan pembiayaan UMKM, optimalisasi keuangan sosial syariah, serta peningkatan literasi dan inklusi ekonomi syariah.
Dengan terbukanya akses pembiayaan syariah dan pasar halal, Pemkab Purbalingga optimistis UMKM lokal tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi mampu naik kelas dan bersaing di pasar nasional hingga global.
Al_76




