Pekalongan, medianasional.id Kurang lebih hampir 20 tahun sudah Tarjani, (69) warga Desa Salit, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan harus meringkuk menahan sakit di persendian kakinya, Selama menderita sakit tidak bisa berjalan, geraknya hanya terbatas di dalam rumah yang hanya berdinding anyaman bambu, dengan ukuran 4×7 meter persegi.
Tarjani sebelum menderita sakit, aktifitas kesehariannya adalah sebagai buruh Tani, dengan penghasilan yang tidak menentu, Dia harus menghidupi istri dan ketiga anaknya. Penyakit yang dideritanya dari muda dulu tidak tahu sebab musabab asal muasalnya penyakit. ” Ketika saat mencangkul kakinya terasa sakit, Saat pulang dari sawah pun malah tambah terasa sakit dan akhirnya terjatuh. Awalnya dulu ketika nyangkul di sawah kaki ini terasa sakit,” Ucap Tarjani, Rabu, (12/6/2019).
Lebih lanjut Tarjani mengatakan, bahwa kakinya tidak mampu dia jadikan pijakan. Dan sejak saat itu dia tidak bisa berjalan dan hanya berbaring di tempat tidur. Baru beberapa tahun ini dirinya menerima bantuan kursi roda yang dia manfaatkan untuk bergerak meskipun hanya terbatas di dalam rumah. “Kelelahan bekerja di sawah, terus di rumah jatuh tidak bisa bangun sampai sekarang. Sudah periksa di puskesmas, tapi belum sembuh,” Bebernya.

Tidak cukup sampai disitu saja, Rumah yang dia tempati sekarang ini ternyata berdiri bukan di atas tanah miliknya, namun tanah bondo deso atau tanah milik desa. Rumah yang nampak sangat sederhana, hanya terdiri satu kamar tidur, ruang tamu dan dapur. Sebagian besar dindingnya pun terbuat dari anyaman bambu, bener – bener rumah yang sangat sederhana dan kurang layak huni.
Kondisi Tarjani tersebut akhirnya sampai ke telinga orang nomor satu di Provinsi Jawa Tengah melalui aduan masyarakat. Pada saat berkunjung di kediaman Habib Luthfi dan meninjau jalan perbatasan antara Kota dan Kabupaten Pekalongan, Ganjar segera meluncur menengok kondisi Tarjani dan memberikan bantuan sembako. Begitu sampai, Ganjar lantas ngobrol ringan dengan Tarjani. Setelah ditanya, ternyata Tarjani belum makan. “Tolong snack-ku di mobil diambilkan. Ini Pak Tarjani belum makan. Tadi ada kue,” Ucap Ganjar Pranowo kepada ajudannya.
“Mudah-mudahan ini bisa diselesaikan. Pak Bupati bantu, Ibu Kades juga bantu. Bantuan kami tidak banyak tapi mudah-mudahan bisa meningkatkan kepedulian masyarakat, meningkatkan gotong royong tetangga. Semoga bisa menjadi barokah syawalan,” kata Ganjar.
Dalam kesempatan tersebut Orang nomor satu di Provinsi Jawa Tengah itu juga menyerahkan bantuan renovasi rumah tidak layak huni. Meski berdiri di tanah milik desa, Ganjar tidak mempersoalkan yang terpenting warganya memiliki rumah layak sebagai salah satu penunjang untuk hidup layak dan sehat.
Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, Nanti ibu kepala desa yang menyelesaikan segala persoalan-persoalan administrasi di desa, Untuk pembangunan rumah nanti biar masyarakat sini yang gotong royong. Sehingga kelak tidak ada masalah karena semua telah diperjanjikan. Tadi Pak Tarjani juga sudah mengetahui status tanah ini dan bersedia menerima perjanjian itu,” paparnya.
Reporter : Bhr /Puji



