Tebo, medianasional.id – Kecelakaan maut yang melibatkan truk Fuso dan mobil PS bermuatan oli terjadi di Kilometer 5, Jalan Lintas Tebo–Muara Bungo, tepatnya di Dusun Bogorejo, Desa Sumber Sari, Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, Kamis (13/11/2025) pagi sekitar pukul 08.00 WIB, hingga menewaskan seorang sopir.
Menurut informasi di lapangan, kecelakaan berawal saat rombongan kendaraan pengangkut oli tengah konvoi dari arah Jambi menuju Muara Bungo. Salah satu korban diketahui bernama Hendri, mengemudikan mobil PS bermuatan oli tersebut. Saat melintas di lokasi kejadian, dari arah berlawanan datang truk Fuso dengan kecepatan tinggi.
Diduga, truk Fuso hilang kendali dan mengambil jalur kanan, hingga menabrak bagian depan mobil yang dikendarai Hendri.
Benturan keras pun tak bisa terhindarkan, mengakibatkan bagian depan mobil korban ringsek parah, sementara Hendri tewas seketika di lokasi kejadian akibat terjepit body kendaraan.
“Mobil Hendri larinyo dak kencang, sekitar 40 kilometer per jam. Tapi truk Fuso itu kencang nian dan makan jalan, langsung nabrak mobil Hendri. Korban kegencet dan meninggal dunia di tempat,” ungkap Alamsyah, rekan korban.
Lanjut Alamsyah, mereka berangkat dari Palembang, Sumatera Selatan, membawa muatan oli menuju lokasi tambang di Muara Bungo. Ia mengaku sangat terpukul atas insiden yang menewaskan rekan seperjalanannya itu.
“Kami satu rombongan, ada beberapa mobil. Hendri di depan, aku di belakangnyo. Waktu kejadian cuma bisa ngerem mendadak, dak sempat nolong langsung,” ujarnya lirih.
Sementara itu, petugas Satlantas Polres Tebo yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi korban, serta mengamankan kendaraan yang terlibat kecelakaan. Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Sultan Thaha Syaifuddin Tebo untuk dilakukan visum.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan maut tersebut. Namun dugaan sementara, truk Fuso melaju dengan kecepatan tinggi dan hilang kendali hingga masuk ke jalur lawan arah.
Sedangkan Damkar Kabupaten Tebo terpaksa menyemprotkan air untuk menghilangkan oli yang berceceran di jalan.






