Kebakaran Hebat Hanguskan 7 Ruang Kelas SMAN 1 Bantarkawung, Kerugian Tembus Rp2 Miliar

Brebes, Jawa Tengah918 Dilihat

Brebes, medianasional.id – Kebakaran hebat melanda SMAN 1 Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (5/9/2026) sore. Api dengan cepat membesar dan melahap bangunan ruang kelas hingga menyebabkan bagian atap ambruk.

Sedikitnya tujuh ruang kelas XI hangus terbakar. Sejumlah fasilitas sekolah seperti meja, kursi, lemari, atap, dan genteng turut rusak. Total kerugian material diperkirakan mencapai lebih dari Rp2 miliar.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat kebakaran berlangsung, sekolah sedang libur sehingga tidak ada kegiatan belajar mengajar.

Api Muncul dari Belakang Sekolah

Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 15.30 WIB oleh penjaga sekolah yang hendak pulang bertugas. Saat melintas di bagian belakang ruang kelas XI, ia melihat api sudah membesar di area belakang sekolah.

Api diduga bermula dari lahan kebun yang dipenuhi ranting dan daun kering. Kondisi cuaca yang panas dan kering serta angin kencang membuat kobaran api dengan cepat merambat ke bangunan sekolah.

Petugas sekolah sempat melakukan upaya pemadaman awal. Namun, api terus membesar dan menjalar dengan cepat.

Sekitar pukul 16.00 WIB, relawan Redcar Kecamatan Bantarkawung tiba di lokasi dan langsung membantu melakukan pemadaman.

Kondisi kebakaran semakin dramatis sekitar pukul 16.10 WIB. Rekaman video yang beredar di sejumlah grup WhatsApp memperlihatkan kobaran api membakar bagian atap sekolah.

Rangka kayu bangunan terlihat terbakar, sementara genteng berjatuhan. Dalam salah satu rekaman bahkan terdengar suara warga meminta bantuan, “Satu kelas sudah terbakar, mohon bantuan.”

Video lainnya memperlihatkan bagian atap ruang kelas telah ambruk akibat tidak mampu menahan kobaran api.

Pemadaman Terkendala Sumber Air

Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Damkar Pos Bumiayu dan BPBD tiba sekitar pukul 16.20 WIB. Petugas langsung melakukan penyemprotan untuk mengendalikan kobaran api.

Namun, proses pemadaman menghadapi kendala karena minimnya sumber air di sekitar lokasi sekolah. Petugas kemudian harus memompa air dari Sungai Pemali, yang berjarak sekitar satu kilometer dari sekolah.

Hingga sore menjelang malam, api mulai mengecil. Petugas gabungan tetap melakukan penyemprotan dan pendinginan guna memastikan tidak ada bara maupun titik api yang berpotensi kembali menyala.

Pemadaman melibatkan unsur Damkar, BPBD, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat sekitar.

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran

Kepala SMAN 1 Bantarkawung, Drs. Mokhamad Zaenal Alimin, M.Pd., membenarkan adanya kerusakan parah pada sejumlah ruang kelas serta perkiraan kerugian yang mencapai lebih dari Rp2 miliar.

Petugas Pemadam Kebakaran Bumiayu, Valdo, mengatakan api berasal dari area belakang sekolah sebelum kemudian merambat ke bangunan ruang kelas.

“Angin kencang mempercepat penjalaran api,” ujar Valdo.

Sementara itu, Koordinator Lapangan BPBD Brebes Wilayah Bumiayu, Budi Sujatmiko, mengatakan penanganan dilakukan secara gabungan oleh Damkar, BPBD, Polsek, Koramil, relawan, dan masyarakat.

Ia menilai keberadaan hidran air diperlukan di wilayah Bantarkawung untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.

Adapun Kanit Intelkam Polsek Bantarkawung, Aiptu Agung, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

Petugas masih berjaga di lokasi untuk melakukan pemantauan dan memastikan kondisi benar-benar aman serta tidak ada titik api yang kembali muncul. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses