KENDAL– medianasional.id- Jembatan penghubung antara Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kaliwungu, dengan Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, roboh diterjang derasnya arus Sungai Waridin, Jumat (15/5/2026) malam. Akibat kejadian tersebut, akses warga antarwilayah kini terhambat dan tidak dapat dilalui.
Jembatan yang selama ini menjadi jalur vital bagi aktivitas masyarakat roboh setelah banjir besar melanda wilayah tersebut akibat hujan deras yang mengguyur kawasan selatan Kendal sejak sore hingga malam hari.
Tidak hanya memutus jembatan, banjir juga mengakibatkan tanggul sungai longsor, badan jalan terkikis, serta merendam sejumlah rumah warga yang berada di bantaran Sungai Waridin. Warga pun mulai khawatir jika hujan deras kembali terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Sabtu (16/5) pagi, warga mendatangi lokasi jembatan yang telah roboh dan hanyut terbawa arus. Material jembatan hampir tidak tersisa karena terseret derasnya aliran sungai.
Selain jembatan yang rusak, jalan menuju permukiman warga juga mengalami longsor akibat gerusan air. Tanggul sungai sepanjang kurang lebih 50 meter ambrol dan mengancam rumah-rumah warga di sekitar bantaran sungai.
Kepala Desa Kumpulrejo, Edi Hariyanto, mengatakan hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Kendal menyebabkan debit Sungai Waridin meningkat drastis. Arus sungai membawa material kayu dan sampah yang kemudian tersangkut di bawah jembatan.
Menurutnya, tumpukan kayu dan sampah tersebut membuat tekanan arus terhadap konstruksi jembatan semakin besar hingga akhirnya jembatan tidak mampu bertahan dan roboh terbawa banjir.
“Air sungai naik sangat cepat. Banyak kayu dan sampah tersangkut di bawah jembatan sehingga arus semakin kuat menekan konstruksi. Akhirnya jembatan putus dan hanyut,” ujarnya, Sabtu (16/5/2026).
Edi menjelaskan, banjir juga menyeret pintu air yang sebelumnya dipasang untuk menahan luapan Sungai Waridin agar tidak masuk ke kawasan permukiman warga. Hilangnya pintu air membuat air sungai lebih mudah meluber dan merendam rumah warga.
Akibat putusnya jembatan tersebut, aktivitas masyarakat terganggu karena akses utama penghubung Kaliwungu dan Brangsong tidak bisa dilalui. Warga kini harus memutar cukup jauh untuk menuju kedua wilayah tersebut.
Warga juga mengaku khawatir dengan kondisi tanggul sungai yang longsor. Jika tidak segera diperbaiki, tanggul dikhawatirkan akan semakin ambrol ketika debit sungai kembali meningkat.
Saat ini, pemerintah desa bersama warga melakukan penanganan darurat dengan memasang pembatas di sekitar lokasi jembatan yang putus agar tidak membahayakan pengguna jalan.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Kendal segera memperbaiki tanggul, membangun kembali pintu air, serta merealisasikan pembangunan jembatan baru karena akses tersebut sangat penting bagi mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat di dua kecamatan.(*)






