Jalan Tikus ke Pantai Selatan Bantul Masih Jadi Celah Kebocoran Retribusi, Pengawasan Akan Diperketat

DI.Yogyakarta1368 Dilihat

BANTUL, medianasional.id – Praktik pengunjung memasuki kawasan wisata Pantai Selatan Bantul melalui jalur alternatif atau “jalan tikus” masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Bantul. Meski tarif retribusi wisata telah diturunkan dari Rp15.000 menjadi Rp5.000 per destinasi, dugaan kebocoran pendapatan dari sektor pariwisata masih terjadi akibat kendaraan yang tidak melewati Tempat Pemungutan Retribusi (TPR).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraan yang memanfaatkan jalur tersebut tidak hanya sepeda motor, tetapi juga mobil pribadi hingga bus wisata. Mereka diduga masuk melalui akses alternatif tanpa membayar retribusi sebagaimana mestinya.

Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, praktik kendaraan masuk melalui jalan tikus masih sering terjadi, terutama saat arus kunjungan wisata meningkat.

“Masih ada mobil pribadi bahkan bus wisata yang masuk lewat jalan tikus sehingga tidak membayar retribusi,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Saryadi, mengakui masih terdapat akses yang seharusnya difungsikan sebagai pintu keluar, namun terkadang dimanfaatkan sebagai pintu masuk untuk menghindari TPR.

“Akses tersebut sebenarnya merupakan pintu keluar. Namun, kadang dimanfaatkan sebagai pintu masuk oleh sejumlah pengunjung untuk menghindari Tempat Pemungutan Retribusi. Kami akan berkoordinasi dengan pengelola, agar para pelaku wisata dapat membantu melakukan pengawasan, mengingat jumlah petugas TPR terbatas apabila harus sekaligus mengawasi pintu keluar,” kata Saryadi.kepada awak media saat di hubungi melalui whatsapp, Rabu, 29/7/2026.

Sementara itu, Ketua Pengelola Pantai Baru, Suwandi, menyatakan siap mendukung langkah pemerintah dalam mengawasi akses masuk kawasan wisata. Menurutnya, seluruh pelaku wisata di Pantai Baru memiliki kepentingan yang sama untuk menjaga tata kelola pariwisata yang tertib dan mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kami siap berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan membantu melakukan pengawasan di lapangan. Harapannya seluruh wisatawan masuk melalui jalur resmi sehingga tidak ada lagi kebocoran retribusi dan pengelolaan wisata bisa berjalan lebih baik,” ujar Suwandi.

Pemerintah Kabupaten Bantul berharap sinergi antara Dinas Pariwisata, petugas TPR, pengelola destinasi, serta masyarakat dapat menutup celah kebocoran retribusi. Dengan demikian, seluruh penerimaan dari sektor wisata dapat dioptimalkan untuk mendukung pembangunan dan peningkatan fasilitas di kawasan Pantai Selatan Bantul.

(Red/wid).

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses