Isu Pengulangan Pemilihan Ketua GBF Dibantah, Agus Sutrisno: Tidak Ada Dasar Pengulangan Pemilihan Ketua GBF

Brebes, Jawa Tengah794 Dilihat

Brebes  medianasional.id – Menanggapi munculnya isu terkait tuntutan pengulangan proses pemilihan Ketua Gebyar Bumiayu Fair (GBF) 2025, hasil rapat klarifikasi resmi yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Bumiayu pada Kamis (5/6/2025), menyatakan bahwa pemilihan Fathurahman Wahid—yang akrab disapa Omank—tetap sah dan konstitusional.

Ketua Rapat Koordinasi sekaligus penanggung jawab kegiatan, drh. H. Agus Sutrisno, M.Si., menegaskan bahwa proses pemilihan telah berlangsung secara demokratis dan sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku.

“Proses pemilihan dinilai telah berlangsung sesuai dengan kaidah-kaidah demokrasi,” ujarnya.

Menanggapi isu mengenai perwakilan wilayah Brebes Selatan yang dinilai tidak merata, Agus menyatakan bahwa tudingan tersebut tidak memiliki dasar kuat. Ia menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada petunjuk pelaksanaan (juklak) maupun petunjuk teknis (juknis) yang secara spesifik mengatur representasi wilayah dalam pemilihan ketua GBF.

Agus juga menanggapi keberadaan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam struktur kepanitiaan. Menurutnya, hal tersebut sah secara hukum, mengingat penunjukan Camat Bumiayu sebagai penanggung jawab kegiatan telah ditetapkan melalui Keputusan Bupati Brebes.

Dalam arahannya, Agus Sutrisno menekankan pentingnya soliditas antar pengurus untuk menyukseskan GBF 2025.

“Kepengurusan harus solid dan fokus pada persiapan kegiatan, bukan terjebak pada polemik yang tidak berdasar. Mari bekerja sama demi suksesnya GBF 2025,” tegasnya.

Senada dengan Agus, tokoh masyarakat Brebes Selatan sekaligus praktisi hukum dari Bento Law Office, Slamet Riyadi, SH., MH., atau yang dikenal sebagai Bento, turut mengimbau agar seluruh elemen menjaga kekompakan dan suasana kondusif.

“Yang penting rekan-rekan tim panitia GBF kompak. Suka tidak suka, ketua dan wakil sudah dipilih secara demokratis. Jaga Brebes Selatan tetap kondusif. Semua dirangkul dan di-uwongke, terlepas mau atau tidak dirangkul itu urusan mereka,” kata Bento.

Ia juga mengingatkan bahwa pihak-pihak yang memprovokasi dan mengganggu proses persiapan merupakan ancaman bagi kerukunan masyarakat.

“Harus solid. Itu salah satu tugas kita bersama. Kalau ada yang ngrecoki GBF, mereka itulah yang tidak suka suasana damai dan indah di Brebes Selatan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua terpilih GBF 2025, Fathurahman Wahid, menyampaikan bahwa pemilihan kali ini merupakan yang paling demokratis sepanjang sejarah pelaksanaan GBF dalam 25 tahun terakhir.

“Pemilihan kali ini sangat terbuka, demokratis, dan transparan. Prosesnya pun dibentuk melalui panitia pemilihan yang diketuai oleh drh. Agus Sutrisno dan didampingi oleh Solehudin Asro,” jelas Omank.

Dengan selesainya klarifikasi ini, seluruh panitia diharapkan dapat bekerja lebih tenang, solid, dan berfokus pada persiapan GBF 2025—sebuah gelaran budaya yang telah menjadi kebanggaan masyarakat Brebes Selatan.(*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses