KENDAL- MEDIANASIONAL.ID- Keluhan mengenai kondisi akses jalan yang rusak dan berlubang di Dusun Sono, Desa Tegorejo, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, mendapat respons dari Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari. Persoalan tersebut disampaikan pemuda Karang Taruna saat kegiatan Bulan Bakti Karang Taruna di Desa Tegorejo, Rabu (1/10/2026).
Status Jalan Masih Menjadi Kendala
Sebelumnya, salah satu pemuda Karang Taruna, Amir, menyampaikan permohonan maaf kepada Bupati Kendal apabila perjalanan menuju lokasi kegiatan terganggu akibat kondisi jalan yang kurang baik. Ia sekaligus mempertanyakan kapan akses jalan tersebut dapat diperbaiki agar lebih nyaman dan aman dilalui masyarakat.
“Mohon maaf ya ibuk, jika ada kurang nyamannya saat menuju ke sini,” ujar Amir.
Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menjelaskan, bahwa ruas jalan yang dikeluhkan masyarakat saat ini masih berstatus sebagai jalan desa. Karena itu, kewenangan penanganannya belum berada sepenuhnya di tingkat kabupaten.
Sedang Diusulkan Menjadi Jalan Kabupaten
Bupati mengatakan, pemerintah daerah saat ini sedang memproses usulan peningkatan status jalan tersebut dari jalan desa menjadi jalan kabupaten. Namun, sebelum statusnya ditetapkan, pemerintah kabupaten masih harus mengikuti tahapan administrasi dan kewenangan yang berlaku.
“Sehingga bila nanti sudah ditetapkan jalan kabupaten tentunya akan kami tidak lanjuti. Untuk sementara mengikuti proses dulu karena ini masih kewenangan desa jadi kami masih belum bisa menindaklanjuti segera. Sedang diproses usulan untuk dinaikkan statusnya menjadi jalan kabupaten, begitu ya mas,” ujar Bupati.
Penghijauan dan Harapan Ekonomi Warga
Sementara itu, dalam rangkaian kegiatan Bulan Bakti Karang Taruna yang juga diisi dengan penanaman pohon sukun. Ketua Karang Taruna Kabupaten Kendal, Nattaya Kenenza mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program Karang Taruna, mulai dari agenda Goes to School hingga puncak Festival Karang Taruna.
“Temanya adalah Goes to School. Selain kegiatan menanam, nanti juga ada puncak Festival Karang Taruna. Untuk hari ini kami menanam pohon sukun,” ujar Nattaya.
Sebanyak 150 pohon sukun ditanam dalam kegiatan itu,. Nattaya berharap tanaman yang ditanam tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat dirawat hingga tumbuh dan menghasilkan buah yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
“Harapannya semoga bisa tumbuh dengan baik dan berbuah. Yang pasti, bisa menjadi pemupukan ekonomi bagi teman-teman yang ada di sini,” katanya.
Menurut Nattaya, keberadaan tanaman sukun juga diharapkan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, hasil tanaman dapat dikembangkan menjadi bagian dari kegiatan ekonomi warga.
“Dengan adanya sukun ini, teman-teman yang ada di sini semuanya bisa melihat usaha-usaha yang sekarang bisa memajukan ekonomi,” pungkasnya.
Di tengah agenda penghijauan dan pemberdayaan ekonomi tersebut, persoalan akses jalan menjadi catatan penting bagi masyarakat Tegorejo. Selain memastikan 150 pohon sukun tumbuh dan memberikan manfaat, keberadaan akses jalan yang layak juga menjadi bagian penting untuk mendukung mobilitas warga serta aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. Kini, masyarakat menantikan kelanjutan proses peningkatan status jalan dari jalan desa menjadi jalan kabupaten agar persoalan kerusakan jalan dapat ditangani sesuai kewenangan.(#)




