Proyek Drainase Jalan Sakti VI Tuai Tanda Tanya, Kasudin SDA Jaksel Santo Tetap Bungkam

Jakarta2213 Dilihat

Papan Proyek Seperti Disembunyikan Alias “Malu-Malu” dokumen tahun 2024

Jakarta, MEDIANASIONAL.ID – Dugaan proyek bermasalah kembali mencuat di lingkungan Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Selatan. Kali ini, proyek kegiatan pengembangan dan pengelolaan sistem drainase di kawasan Jalan Sakti VI, Petukangan Selatan, Kecamatan Pesanggrahan, menjadi sorotan warga.

Pasalnya, keberadaan papan proyek di lokasi justru memunculkan banyak tanda tanya. Selain tidak ditemukan aktivitas pekerjaan sebagaimana tercantum dalam papan proyek, informasi nilai anggaran juga tidak dicantumkan.

Berdasarkan pantauan Medianasional.id di lokasi, tidak terlihat adanya pekerjaan drainase, alat berat, material proyek, maupun bekas pekerjaan fisik yang menunjukkan kegiatan sedang berlangsung atau pernah dikerjakan.

Lokasi papan proyek tahun 2024 di empang samping Kali Uangan di belakang SDN 01 Petukangan Selatan

Yang lebih mengherankan, menurut pengakuan warga sekitar, papan proyek tersebut sebelumnya sempat terpasang di dekat empang atau area kali, namun penempatannya dianggap tidak lazim.

“Dulu sih ada ditaro di sini dekat empang. Agak aneh sih, papan proyek seperti diumpetin,” ujar salah seorang warga kepada Medianasional.id.

Warga mengaku tidak mengetahui secara pasti bentuk pekerjaan yang dimaksud dalam papan proyek tersebut. Mereka hanya menduga kegiatan itu berkaitan dengan pembangunan turap kali di sekitar lokasi.

Hal senada juga disampaikan pihak SDN 01 Petukangan Selatan yang berada tidak jauh dari area kegiatan. Salah satu petugas sekolah mengakui pernah ada aktivitas proyek di sekitar lokasi tersebut.

“Dulu ada kegiatan di sini. Pihak pelaksana pakai area sekolah untuk mobilitas ke arah kali, dan sempat merusak pagar sekolah kita. Tapi yang kami lihat kegiatannya membangun turap,” ujar petugas sekolah.

Namun demikian, baik warga maupun pihak sekolah mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan dengan nama resmi sebagaimana tercantum dalam papan proyek, yakni:

“Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Drainase yang Terhubung Langsung dengan Sungai Lintas Daerah Kabupaten/Kota dan Kawasan Strategis Provinsi.”

Mereka mengira proyek tersebut hanyalah pekerjaan pembangunan turap Kali Uangan yang berada di sekitar lokasi.

Keberadaan papan proyek yang dinilai “tersembunyi” dan minim informasi pun memunculkan dugaan adanya ketidaktransparanan dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Tim Medianasional.id telah mencoba mengkonfirmasi hal ini kepada Kasudin SDA Jakarta Selatan, Santo, melalui pesan WhatsApp terkait dugaan proyek fiktif dan ketidaksesuaian pekerjaan di lapangan. Namun hingga berita ini diterbitkan, tidak ada tanggapan maupun klarifikasi resmi.

Sikap serupa juga ditunjukkan Yoshua Sitorus selaku Kasi Pembangunan Sudin SDA Jakarta Selatan yang memilih bungkam saat dikonfirmasi.

Padahal, dalam prinsip keterbukaan informasi publik, setiap proyek pemerintah wajib mencantumkan informasi secara jelas kepada masyarakat, termasuk jenis pekerjaan, sumber anggaran, nilai proyek, pelaksana, dan waktu pelaksanaan.

Potret hasil pembangunan turap di Kali Uangan di Petukangan Selatan, Pesanggrahan Kota Jakarta Selatan

Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik: apakah proyek tersebut benar-benar dikerjakan sesuai perencanaan, atau hanya sebatas papan proyek tanpa realisasi yang jelas?

Medianasional.id akan terus melakukan penelusuran dan membuka ruang hak jawab kepada pihak Sudin SDA Jakarta Selatan demi keberimbangan informasi dan kepentingan publik.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses